Hangout Buku
Mau Tau Cara Komunikasi Yang Lancar Untuk Mahasiswa? Baca Buku Ini
Koneksi tangan dan otaknya kurang berjalan baik, Karena itu, tidak banyak -bahkan tidak ada-pertanyaan mahasiswa untuk dosen saat kuliah.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebagian mahasiswa Indonesia belum memiliki kebiasaan komunikasi yang baik.
Saat kuliah, yang penting hadir, dan mendengarkan penjelasan dosen tanpa mencatat.
Koneksi tangan dan otaknya kurang berjalan baik, Karena itu, tidak banyak -bahkan tidak ada-pertanyaan mahasiswa untuk dosen saat kuliah.
Kebiasaan membaca buku yang tidak rutin (misal setiap hari dua jam) justru 'kalah' oleh aktivitas akses internet yang 10-12 jam (melebihi batas normal) dan cenderung tidak sehat.
(Baca: Peringati HUT ke-61, PIA AG Tegaskan Harus Tetap Memiliki Kepedulian Sosial yang Tinggi )
Ditambah komunikasi (ibadah) dengan Tuhan kurang rutin dan terjalin baik, dan miskin pandangan ke komunikasi global, maka lengkaplah praktik komunikasi yang masih “miskin” itu.
Buku ini adalah sebuah ikhtiar dan panduan untuk mengurangi “kemiskinan” komunikasi bagi mahasiswa. Komunikasi pertama yang sebaiknya diperbaiki mahasiswa adalah hubungan dengan Tuhan, Sang Pencipta.
(Baca: Melestarikan Dharma dan Menjaga Kebhinekaan dalam Buddhist Inside I )
Hubungan 'ke atas' ini pada gilirannya akan mengokohkan kediriannya sebagai manusia, sebagai mahasiswa.
Selain rajin ibadah, seharusnya, mahasiswa memiliki komunikasi (kebiasaan) baik dalam hal membaca buku, akses media, nulis untuk diri (NUDI) dan riset ilmiah.
Mau tau caranya 'berkomunikasi yang lancar'? Baca di buku Komunikasi Lancar Prestasi Berkibar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/buku_20171202_173448.jpg)