Keanehan Wisata Pulau Begansar di Kapuas Hulu, Bisa Bergerak Mengelilingi Danau

Sejak dulu pulau itu selalu bergerak mengelilingi danau, dan sudah turun temurun masyarakat menyebut nama pulau itu Pulau Begansar.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Wisata Pulau Begansar di wilayah Danau Siawan, Dusun Kuala Buin, Desa Siawan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kapuas Hulu juga memiliki Pulau Begansar yang lokasinya berada di Danau Siawan, Dusun Kuala Buin, Desa Siawan, Kecamatan Bunut Hilir.

Dimana pulau tersebut memiliki keanehan karena ada pulau yang bisa bergerak sendiri.

Wisata pulau begansar cukup terkenal di Kapuas Hulu, karena sering dikunjungi warga saat liburan hari besar keagamaan.

Bagi yang mau kelokasi tersebut bisa lewat dua jalur, yaitu lewat jalan darat (simpang boyan-siawan) memakan waktu sekitar 6 jam dari Putussibau, dan jalur kapuas memakan waktu selama kurang lebih 6 jam juga.

Setiap pengunjung masuk ke tempat wisata pulau begansar hanya ditarifkan sebesar Rp10 ribu hingga Rp 20 ribu perorang.

(Baca: Keindahan Air Terjun di Kecamatan Kalis Bikin Terpana dan Seperti Dihipnotis )

Belum biaya sewa perahu, dan setiap pengunjung diperbolehkan naik di atas pulau begansar tersebut, untuk melihat langsung bagaimana pulau begansar itu.

Masing-masing pulau seluas lebih kurang 20 x 40 meter. Diatasnya terdapat pepohonan rendah dan tinggi, tentu saja ada rerumputan liar khas danau.

Seorang warga Dusun Kuala Buin, Boy Hamdan menyatakan kalau sejak dulu pulau itu selalu bergerak mengelilingi danau, dan sudah turun temurun masyarakat menyebut nama pulau itu Pulau Begansar.

Dimana ada cerita dua puluh tahun yang lalu, seorang nelayan tradisional berinisiatif mengikat dua pulau itu menggunakan tali.

Karena pergerakan pulau tersebut merusak pukat yang dipasang di danau itu.

"Anehnya ikatan itu selalu lepas dengan sendirinya. Sehingga suatu hari nelayan yang mengikat pulau itu bermimpi, jika ingin mengikat agar pulau itu tidak bisa bergerak lagi harus diikat dengan akar kayu. Namun, dengan syarat nyawa yang mengikat pulau itu harus mati," ujarnya, Kamis (30/11/2017).

Setelah bermimpi jelas Boy, seorang nelayan tersebut langsung mengikat kedua pulau tersebut, dengan akar kayu hingga pulau tidak aktif, an menyatu dengan daratan.

Selang beberapa lama, nelayan yang mengikat pulau langsung sakit-sakitan hingga meninggal dunia.

"Namun seiring waktu, Pulau Begansar kembali bergerak. Dulu pulau yang bisa bergeser ada tujuh. Dua sudah diikat dengan akar kayu, dua lagi terbakar. Sekarang Pulau Begansar yang masih aktif ada dua, ditambah satu pulau kecil di dekatnya. Biasanya kalau musim air pasang, pulau itu sangat sering bergerak. Bila musim kemarau, sangat jarang bergeraknya," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved