Inklusi Terendah, OJK Dorong Masyarakat dan Perusahaan Manfaatkan Pasar Modal

OJK selaku regulator, kata Suharma sangat mendukung dan mengapresiasi BEI yang gencar

Inklusi Terendah, OJK Dorong Masyarakat dan Perusahaan Manfaatkan Pasar Modal
Primus
Logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Sub Bagian Pengawasan Bank 2 OJK Kalimantan Barat, Suharna mengatakan berdasarkan survei yang dilakukan OJK tahun 2016 bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih tergolong rendah yaitu hanya 29,66 persen dan tingkat inklusi keuangan sebesar 67,82 persen.

OJK selaku regulator, kata Suharma sangat mendukung dan mengapresiasi BEI yang gencar melakukan sosialisasi agar pelaku industri go public.

(Baca: 29 Perusahaan Go Public 2017, BEI Sebut Peluang Belum Dimanfaatkan Pelaku Industri di Kalbar )

"Kita dukung semua kegiatan sebagai upaya meningkatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi melalui pasar modal. Sesuai tugas dan fungsi OJK mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan di sektor Jasa Keuangan yaitu Industri Perbankan, Pasar Modal dan Industri Keuangan Non Bank seperti Perasuransian, Perusahaan Pembiayaan, Dana Pensiun dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya serta melakukan perlindungan terhadap konsumen dan masyarakat," ujarnya, Kamis (30/11/2017).

(Baca: Baznas Mempawah Salurkan Dana Zakat, Sedekah, Dan Infak Rp 245 Juta )

Jumlah jaringan kantor industri jasa keuangan di Kalbar yang berada di bawah pengawasan OJK terdiri dari 75 kantor cabang dan 303 kantor cabang pembantu bank konvensional, 70 Kantor cabang asuransi, 88 kantor cabang pembiayaan dan 11 perusahaan sekuritas.

Saat ini diakui Suharma tingkat literasi sebesar 29,66 persen dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia didominasi oleh sektor perbankan yang mencapai dan 67,82 persen.

"Namun tingkat literasi dan inklusi sektor pasar modal hanya sebesar 4,4 persen dan 1,25 persen. Di Provinsi Kalbar indeks literasi keuangan mencapai sebesar 30,55 persen dan indeks inklusi keuangan sebesar 65,45 persen. Semoga kedepan selain investor lebih banyak lagi perusahaan dan masyarakat yang dapat memanfaatkan produk pasar modal khususnya di Kalbar," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved