Breaking News:

Indonesia Berstatus Siaga Bencana

Banjir di beberapa wilayah tersebut sudah memakan korban jiwa, kerusakan jembatan, jalan, lahan pertanian, ribuan rumah warga terendam.

Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Gunung Agung mengeluarkan abu vulkanik hitam pekat disertai cahaya api saat difoto dari Pantai Amed, Karangasem, Minggu (26/11/2017) pukul 22.02 Wita. 

Karena ini adalah peristiwa alam dan Indonesia memang masuk daerah rawan bencana. Seperti disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangile, dari Sabang sampai Merauke itu merah semua.

Berbicara usai rapat koordinasi penanganan bencana di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Jakarta, Rabu (29/11), Willem mengatakan, dari hasil pemetaan sebanyak 150 juta warga Indonesia tinggal di daerah bencana.

Ia merinci, 60 juta orang tinggal di daerah rawan bencana banjir, 40 juta orang di daerah rawan longsor, empat juta di daerah rawan tsunami. Dan saat ini sejumlah daerah sedang terdampak bencana hidrologi akibat cuaca.

Karena itu, kata Willem pemerintah telah mengantisipasi sejak awal sebelum memasuki musim hujan. Upaya kesiapsiagaan salah satunya memberikan peralatan dan logistik yang diperlukan termasuk sistem peringatan dini dan penyaluran dana siap pakai suah dilakukan.

Dengan dikeluarkannya status siaga darurat, pada saat terjadi bencana yang diutamakan adalah penyelamatan dan evakuasi korban maupun masyarakat, pemenuhan logistik, kesehatan, pendidikan dan lainnya.

Kita cukup bergembira, karena dalam penanganan bencana alam, pemerintah kali ini sudah siap, seperti disampaikan Kepala BNPB Willem.

Apalagi semakin banyak warga yang secara sukarela ikut menjadi bagian dari upaya penyelamatan. Melalui media sosial, informasi dan koordinasi penanganan bencana menjadi lebih cepat.

Namun tak kalah pentingnya, bencana alam ini seharusnya memberi pengajaran kepada anak bangsa mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan kebersihan, karena berdampak buruk bagi hidup dan kehidupan manusia, juga ekosistem makhluk hidup lainnya. Kesiagaan menghadapi bencana alam ini bisa dimulai dari hulu.

Kebetulan 28 November kemarin peringatan Hari Menanam Pohon, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2008 tentang Hari Menanam Pohon Indonesia.

Momentum itu berupaya memasyarakatkan gerakan menanam dan memelihara pohon secara nasional, sebagai sikap hidup dan budaya bangsa.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved