Melacak Dugaan Cuci Uang Setnov

Jaksa menyatakan keluarga Setya menguasai 42 persen saham PT Murakabi Sejahtera-perusahaan peserta lelang proyek e-KTP.

Melacak Dugaan Cuci Uang Setnov
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua DPR yang juga tersangka kasus korupsi e-ktp Setya Novanto menggunakan rompi oranye tiba di gedung KPK, Jakarta, Minggu (19/11/2017) dini hari. Setya Novanto resmi ditetapkan menjadi tersangka terkait kasus korupsi e-ktp. 

Karena ada dugaan dana dari proyek e-KTP disalurkan melalui transaksi berlapis-lapis untuk menyamarkan asal usul uang.

Hal tersebut dapat dibuktikan dari keterangan terdakwa proyek e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam persidangan.

Karena itu jangan berhenti pada Setya. Nama-nama lain yang muncul dalam pemeriksaan dan persidangan juga harus diusut.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah, sudah memberikan sinyal KPK bakal menjerat Ketua DPR Setya Novanto dalam TPPU.

Penjeratan tersebut tentunya jika KPK sudah memiliki minimal dua alat bukti. Maka dari itu, kata Febri, penyidik KPK tengah mengkaji aset-aset yang dimiliki oleh Setnov.

Bahkan KPK kini membekukan rekening Setya Novanto beserta keluarganya. Kabar pembekuan rekening Setya Novanto dan keluarga tersebut itu dibenarkan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat ditanya awak media, Senin (28/11).

Pembekuan rekening penting untuk mengamankan alat bukti. Selain itu, melihat adanya potensi tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Setya dalam kasus e-KTP. (*)

Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved