Melacak Dugaan Cuci Uang Setnov

Jaksa menyatakan keluarga Setya menguasai 42 persen saham PT Murakabi Sejahtera-perusahaan peserta lelang proyek e-KTP.

Melacak Dugaan Cuci Uang Setnov
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua DPR yang juga tersangka kasus korupsi e-ktp Setya Novanto menggunakan rompi oranye tiba di gedung KPK, Jakarta, Minggu (19/11/2017) dini hari. Setya Novanto resmi ditetapkan menjadi tersangka terkait kasus korupsi e-ktp. 

Diduga uang tersebut juga mengalir ke kerabat Setnov hingga ke Partai Golkar.

KPK memiliki bukti, keluarga Setya Novanto terlibat dalam kasus e-KTP.

Dalam sidang e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong pada awal November lalu, jaksa menyatakan keluarga Setya menguasai 42 persen saham PT Murakabi Sejahtera-perusahaan peserta lelang proyek e-KTP melalui PT Mondialindo Graha Perdana.

Sebanyak 50 persen saham Mondialindo dimiliki Deisti Astriani Tagor, istri Setya; dan 30 persen dikuasai anak Setya, Reza Herwindo.

Sedangkan putri Setya, Dwina Michaela, tercatat menjabat komisaris Murakabi pada 2011.

Kamis pekan lalu Deisti yang kini dicegah ke luar negeri telah diperiksa KPK dalam sidang kasus korupsi e-KTP.

KPK sudah mengambil langkah tepat dan harus melanjutkannya dengan pemeriksaan lebih jauh terhadap perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Setya Novanto dan keluarganya tersebut.

Dengan UU TPPU seperti diatur dalam pasal 2 dan 3, bahkan perusahaan yang terlibat pun dapat dikenai sanksi pidana penjara 20 tahun dan denda Rp 10 miliar

Untuk itu, KPK harus membuktikan Setnov terlibat dalam korupsi atau penyuapan untuk membawa kasus ini ke perkara pencucian uang. Jika mengacu pada LHKPN yang dilaporkan Setya Novanto terjadi ketidak akuratan harta yang dimiliki ditahun 2014 dan harta Setya Novanto saat ini.

KPK harus menelusuri apakah LHKPN itu dilaporkan secara benar atau tidak. Untuk ini KPK bisa minta bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan untuk menyelidiki mereka.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved