PLTD Rantau Panjang Belum Beroperasi, Ini Penjelasan Kepala PLN Rayon Sukadana
Kendala kami hadapi terkait dengan belum beroperasinya PLTD Melano sampai saat ini dikarenakan jalan menuju PLTD masih rusak parah sampai saat ini.
Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Potianak Muhammad Fauzi
TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KAYONG UTARA – Suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) ke mesin berkapasitas 6x 1 megawatt ini terhambat, sehingga Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Rantau Panjang, Kabupaten Kayong Utara sampai saat ini belum bisa dioperasikan.
Penyebabnya, karena akses jalan menuju lokasi belum memadai, dan kendaraan roda empat belum maksimal untuk mengantarkan bahan bakar.
Kepala PLN Rayon Sukadana Djunda, kondisi jalan yang cukup parah menuju ke PLTD sangat menyulitkan mobil tangki untuk sampai dilokasi mesin. apalagi menurutnya, dengan dioperasikan PLTD tersebut akan menambah intensitas mobil bermuatan berat yang akan mengisi bahan bakar mesin yang berjenis solar tersebut.
“Kendala kami hadapi terkait dengan belum beroperasinya PLTD Melano sampai saat ini dikarenakan jalan menuju PLTD masih rusak parah sampai saat ini. Padahal PLTD membutuhkan minimal 40 kilo liter solar HSD untuk mengoperasikan 6 unit (mesin) tersebut,”terang kepala PLN Rayon Sukadana, Djunda, Minggu (26/11).
Baca: Atbah: Road Tax Hadir di PLBN Aruk Diperkirakan Februari 2018
Secara teknis, 6 mesin portable tersebut siap menyuplai kebeberapa wilayah yang sudah ditentukan mulai dari Kecamatan Seponti, Teluk Batang, Simpang Hilir dan sebagian Wilayah Sukadana.
“Badan Sertifikasi telah mengeluarkan izin rekomendasi layak sinkron dan rekomendasi beban untuk semua mesin PLTD yang berkapasitas enam kali satu Mega tersebut,”jelasnya.
(Baca: KH Maruf Khozin Akan Kukuhkan Pengurus HISANIYAH Kalbar, Ini Rangkaian Kegiatannya )
Untuk kehandalan jaringan, tambahnya, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan jaringan yang sedang dikerjakan untuk menggantikan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dibeberapa titik yang melintasi sungai. Karena menurutnya, seperti jaringan yang melewati jembatan Rantau Panjang dan Melano sering mengalami gangguan sehingga berdampak pada pemadaman listrik.
"Seperti kita ketahui gangguan yang terjadi karna apung dalam bulan ini aja ada enam kali kita merasakan padam akibat apung tersebut, jadi sangat luar biasa dampaknya. Itu sebenarnya sudah dibicarakan pada 2016, dan di tahun 2017 ini baru direalisasikan dan kita kemarin baru memesan khusus kabelnya,”jelasnya.
Dirinya mengaku belum bisa memastikan kapan PLTD program pembangkit listrik 35.000 MW, program dari pemerintah pusat tersebut bisa dioperasikan,namun demikian pihaknya tersebut terus menjalin kerjasama ke berbagai pihak untuk segera mengoperasiakan PLTD tersebut.
“Jadi saat ditanya kapan beroperasi setelah masalah jalanan tersebut selesai Insya Allah bisa langsung beroperasi. Kita juga sudah meminta bantuan kepada beberapa pihak terkait untuk mendukung program ini yang ujung-ujungnya untuk kemajuan Kayong Utara itu sendiri,”tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/truk_20171126_185421.jpg)