Dorong Potensi Olahraga Pemuda di Wilayah Perbatasan

Menginginkan supaya identifikasi untuk pemuda-pemuda di perbatasan dilakulan supaya kita bisa melihat dan mencermati potensi pemuda.

Dorong Potensi Olahraga Pemuda di Wilayah Perbatasan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/CLAUDIA LIBERANI
Kepala Biro Humas Kemenpora RI Dr. H. Amar Ahmad, M. Si (kanan) bersama Dekan Fakultas Kehutanan Untan Dr. Ir. H. Gusti Hardiansyah, M. Sc 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seperti nawacita presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari pinggiran, maka Kepala Biro Humas Kemenpora RI Dr. H. Amar Ahmad, M. Si mengatakan Kemenpora sangat mendukung upaya-upaya yang dilakukan Dinas Pemuda Olahraga bersama KONI untuk mendorong berkembangnya potensi olahraga yang dimiliki pemuda di daerah tertinggal maupun di perbatasan.

"Melalui dinas Pemuda Olahraga yang ada di wilayah masing-masing termasuk perbatasan bersama teman-teman KONI menginginkan supaya identifikasi untuk pemuda-pemuda di perbatasan dilakulan supaya kita bisa melihat dan mencermati potensi pemuda mereka," katanya, Minggu (26/26/2017).

(Baca: 3 Fakta Mengejutkan di Perbatasan, Cop Terbang Hingga Jatah Ringgit Petugas )

Dia mengatakan dukungan untuk atlet-atlet di daerah 3T harus dilakukan karena mereka juga memiliki potensi yang bisa dikembangkan.

Dia mengungkapkan Indra Sjafri, eks pelatih timnas U-19 bahkan mempercayakan kekuatan sepakbola di kaki para pemuda pelosok.

"Kita bisa melihat Indra Sjafri turun ke lapangan sampai daerah-daerah pelosok untuk menemukan pemuda-pemuda yang memiliki potensi sepakbola," ujarnya.

Dia mengatakan Kemenpora berusaha memberi ruang yang sama agar generasi muda di daerah 3T juga memiliki kesempatan yang sama dengan pemuda-pemudi di kota, namun hal ini tidak bisa semata-mata menjadi tanggung jawab Kemenpora.

"Kita percaya tidak selamanya potensi itu hadir di kota besar yang semua sarananya ada, potensi bisa hadie bahkan di tempat terpencil di mana semangat dan kreativitas selalu dijaga. Anak-anak pelosok berhak mendapat dukungan, tapi kita tidak bisa bekerja sendiri, perlu kerjasama dari berbagai elemen, baik itu instansi, masyarakat maupun media," pungkasnya.

Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved