Thomas Effendy Sandang Gelar Doktor Honoris Causa Universitas Diponegoro

Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa Universitas Diponegoro (UNDIP) Kepada Presdir PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Thomas Effendy.

Thomas Effendy Sandang Gelar Doktor Honoris Causa Universitas Diponegoro - prof-dr-yos-johan-utama-sh_20171123_184426.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MADROSID
Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Yos Johan Utama SH, M.Hum menyerahkan piagam gelar doktor honoris causa di bidang ilmu sosial ekonomi peternakan kepada Presiden PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Thomas Effendy, SE, MBA di Auditorium Undi Kamis
Thomas Effendy Sandang Gelar Doktor Honoris Causa Universitas Diponegoro - presiden-direktur-pt-charoen-pokphan-tjiu-thomas-effendy_20171123_184534.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Kata Sambutan - Presiden Direktur PT Charoen Pokphan Tjiu Thomas Effendy meberikan kata sambutan dalam acara penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa Ilmu Sosial Ekonomi Peternakan di ruang Auditorium Undip Semarang, Kamis (23/11/2017).

PT Charoen Pokphand Tjiu Thomas Effendy, SE, MBA.

Ia juga memaparkan karya ilmiahnya dalam peternakan, sekitar 30 menit sebelum prosesi penganugerahan gelar doktor honoris causa dari Rektor UNDIP, terkait pola dalam menyediakan pangan daging serta pola tepat guna dengan mencetuskan kandang tertutup.

"Hal ini harus kita gapai bersama. Dengan pola yang baik, prosepek perunggasan bisa cukup pesat. Sebab, perunggasan ini, merupakan potensi yang terbuka lebar bagi pelaku usaha dan menjadi minat pelaku usaha di negara maju," terangnya.

Atas anugerah gelar dokotrnya itu, ia tak lupa menyampaikan terimakasih kepada kedua orang tuanya. Telah membesarkan dirinya hingga bisa menggapai dan bermanfaat. Karena dari mereka mendapat insipirasi dan nilai kehidupan menjadi bekal dalam kehidupan.

"Mereka yang mengantarkan saya seperti ini," imbuhnya.

Serta kepada seluruh mahasiswa peternakan Indonesia mengajak mewujudkan daya saing unggas harus ditingkatkan. Indikatornya rendahnya daya saing rendahnya produksi.

Makanya harus terdapat pola yang baik, pembangunan kandang tertutup menjadi pola cukup tepat dalam peternakan. Meski awalnya membutuhkan biaya lebih tinggi, namun jika kontinyu justru akan lebih hemat.

"Indonesia memiliki prospek membangun perunggasan. Maka­nya semuanya harus diolah untuk mewujudkan kesejahteraan. Tantangan peternakan kedepan sangat berat. Dihadapkan pada globalisasi. Kita harus bekerja dan belajar," paparnya.

Ia menambahkan bagi mahasiswa, umumnya kerja adalah persaingan. Bukan berada di kampus tapi ketika bisa mendharmabaktikan pengetahuan dilapangan.

"Kepa­­da seluruh mahasiswa peternakan Indonesia mewujudkan perunggasan indonesia memiliki daya saing tinggi," pungkasnya.

Penulis: Madrosid
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved