Thamrin Usman: Pendidikan Adalah Cara Mengubah Hidup

Tidak harus dengan sekolah formal, tapi melalui cara berpikir, tingkah laku, dan keputusan yang kita ambil

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Claudia Liberani
Rektor Universitas Tanjungpura, Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - "Saya tumbuh di daerah yang betul-betul tidak kondusif, tempat yang diragukan orang bisa melahirkan generasi pendidik," terang Rektor Universitas Tanjungpura,  H Thamrin Usman, memulai ceritanya, Rabu (22/11/2017).

Dia yang lahir di Banjar Serasan, Pontianak Timur mengungkapkan masa kecilnya dilalui layaknya anak-anak tepian sungai lainnya. Keadaan saat itu bisa dikatakan tidak ramah terhadap tumbuh kembang anak karena masyarakat sekitar seringkali terlibat perbuatan negatif yang menjadi kebiasaan sehari-hari.

"Beruntung saya memiliki orangtua yang mengajak saya untuk memahami agama dengan baik dan mengenalkan pentingnya pendidikan," ujar ayah dari tiga anak kelahiran Pontianak, 10 November 1962 ini.

(Baca: Buka Musorkab IV KONI Landak, Wabup Minta Pemilihan Ketua Tak Pakai Potong )

Dia menyadari betapa pentingnya pendidikan, karena itu sejak kecil dia memang giat belajar hingga berhasil menjadi guru besar kimia agroindustri di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan menjadi rektor Universitas Tanjungpura sejak tahun 2011 hingga sekarang.

Menurutnya pendidikan adalah cara untuk mengubah hidup, melalui pendidikan sebuah kehidupan yang lebih baik akan tercipta. Pendidikan tidak hanya membuat kualitas diri kita menjadi baik, tapi juga dapat membuat perubahan pada hidup orang lain.

"Ketika kita telah terdidik, kita bisa membagi pendidikan kita pada orang lain. Tidak harus dengan sekolah formal, tapi melalui cara berpikir, tingkah laku, dan keputusan yang kita ambil," ucap proffesor yang pernah tinggal di Toulouse, France selama tiga tahun untuk menyelesaikan pendidikannya.

Kesadarannya untuk membuat Kalimantan Barat bisa melahirkan generasi ahli yang terdidik ini menggerakkan hatinya untuk mendirikan Mendirikan Fakultas MIPA UNTAN pada tahun 2002 dan Fakultas Kedokteran tahun 2010. Semua itu agar generasi muda Kalbar bisa mendapatkan pendidikan tanpa harus pergi meninggalkan rumah terlalu jauh hingga ke pulau seberang.

Dia adalah sosok pendidik yang selalu membagikan rasa optimis pada anak-anak daerah yang datang ke Pontianak untuk melanjutkan pendidikan.

"Ketika datang ke sini, anak-anak itu tidak hanya berangkat dengan tubuhnya tapi ada doa dari banyak orang yang berharap suatu hari anak itu akan kembali dan membuat daerahnya lebih baik, saya mau mereka selalu ingat tujuan awalnya datang ke sini," tuturnya.

Dia yang merupakan orang pertama yang memegang hak paten di Untan, berpesan pada anak-anak muda khususnya yang masih di tingkat SMP dan SMA agar memanfaatkan masa remajanya untuk belajar sepuasnya dan meningkatkan daya saing untuk hal-hal yang bermanfaat.

Narkoba, prostitusi, dan perkelahian hanya menurunkan daya saing remaja sebagai pelajar, karena itu dia mengimbau agar anak-anak muda sebaiknya mempersiapkan diri untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang menyehatkan jasmani dan rohani.

"Lebih baik menyiapkan diri untuk bersaing dan berkompetisi tidak hanya di lingkup Asia tapi dunia, mumpung masih muda manfaatkan waktu untuk belajar, seraplah ilmu sebanyak-banyaknya," pungkasnya.

Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved