Penemuan Mayat

Bukan Pembunuhan, Polisi Beberkan Penyebab Kematian Mayat Bersimbah Darah di Gang Nilam

Berdasarkan dari keterangan pihak keluarga sekitar dua bulan yang lalu, korban berobat dan hingga saat ia rutin mengkonsumsi obat.

Bukan Pembunuhan, Polisi Beberkan Penyebab Kematian Mayat Bersimbah Darah di Gang Nilam
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HADI SUDIRMANSYAH
Warga dan polisi rumah nomor 03 Gang Nilam 8, Jalan Prof. Dr Hamka Pontianak, tempat penemuan sesosok mayat diduga wanita, Minggu (19/11/2017 pagi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak pastikan temuan mayat wanita pada hari Minggu (19 /11/ 2017) sekira Jam 09.00 Wib di Jl. Padi/ Prof Hamka Gg. Nilam 8 No. 3 Kec. Pontianak Kota, bukan dikarenakan tindak kejahatan, melainkan sakit.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol M Husni Ramli menuturkan temuan mayat seorang perempuan di Gang Nilam 8 diketahui mayat tersebut bernama LIM A IM (78).

"Hasil penyelidikan di lapangan, mayat wanita  di temukan kondisi dalam keadaan tengkurap di lantai kamar menghadap ke pintu dengan darah berceceran, "kata Kasat Reskrim.

(Baca: Ketua RT Ungkap Fakta Soal Sosok Mayat Wanita Bersimbah Darah di Pontianak )

Dikatakannya lagi, darah yang berceceran dan bersimbahan di lantai kuat dugaan kita berasal dari muntahan korban.

Lantaran, menurut keterangan dari Alex satu diantara keluarga korban, bahwa korban mengidap penyakit liver dan adanya penyakit pada rahim.

"Berdasarkan dari keterangan pihak keluarga sekitar dua bulan yang lalu, korban berobat dan hingga saat ia rutin mengkonsumsi obat," ujar Husni

Kasat Reskrim mengatakan untuk pertama kali menemukan korban adalah tetangga korban yang curiga, karena korban lama tidak keluar rumah dan di intip melalui cendela melihat korban telah tergeletak selanjutnya tetangga mendobrak pintu belakang.

"Tadi kita sudah terjunkan anggota ident INAFIS untuk melakukan olah TKP, selain itu meminta keterangan pada saksi yang pertama kali melihat korban dalam keadaan tergeletak," katanya

Lanjutnya, korban kita bawa ke RS Bhayangkara Biddokes Polda Kalbar untuk dilakukan visum dan pemeriksaan lebih lanjut, namun pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi pada jasad korban.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved