Begini Cara Ciptakan Iklim Kerja Kondusif
Untuk itu perlu menciptakan budaya kerja yang efektif sehingga akan tercipta pula kempemimpinan yang efektif.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Iklim kerja yang kondusif dan nyaman kadang jadi faktor penentu yang membuat pekerja menjadi produktif. Tapi bagaimanakah caranya menciptakan iklim kondusif dalam lingkungan kerja? Ini kata Pakar Motivasi karir, Chairul Fuad
(Baca: Membaca Toleransi di Buku Islam Tuhan, Islam Manusia )
Pertanyaan:
Selamat pagi dan salam optimis
Saya seorang karyawan yang baru 1 bulan diangkat sebagai manager di sebuah perusahaan. Staf yang saya bawahi berlatar belakang etnis berbeda. Saya ingin menciptakan iklim kerja yang kondusif sehingga suasana kerja menjadi harmonis. Menurut Bapak kiat apa saja yang dapat saya lakukan guna mencapai hal dimaksud?
(Baca: Bedah Buku Islam Manusia Islam Tuhan, Mengkritik Tanpa Kekerasan )
Jawaban
Selamat pagi, semangat pagi dan salam optimis
Mengawali jawaban ini saya ucapkan selamat kepada Anda yang telah mendapatkan promosi jabatan, semoga selalu sukses dalam pekerjaan Anda
Apa yang Anda ungkapkan adalah sesuatu yang sangat benar adanya bahwa suasana kerja memang harus diciptakan agar kondusif dan harmonis.
Untuk itu perlu menciptakan budaya kerja yang efektif sehingga akan tercipta pula kempemimpinan yang efektif.
Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengetahui latar belakang budaya masing-masing etnis dan sudah barang tentu kepribadian mereka dan latar belakang kehidupan yang lain.
Selanjutnya Anda tinggal menyesuaikan pendekatan sesuai dengan latar belakang tersebut. Anda juga harus selalu membudayakan keterbukaan (openness) dan saling memberi dan menerima umpan balik (feed back).
Agar budaya kerja semakin harmonis kiranya Anda juga dapat menerapkan apa yang tertuang dalam teori budaya kerja, dimana disarankan untuk bekerja memperhatikan Work culture characteristics (karakterisitik budaya kerja), yakni : innovation dan risk taking, attention to detail, aggressiveness, people orientation, team orientation, outcome orientation, dan stability/establishment (kemampuan berinovasi dan mengambil risiko, perhatian terhadap hal yang detail, memiliki agresivitas, memiliki orientasi kepada orang/pegawai (hubungan interpersonal), memiiki orientasi bekerja secara tim, berorientasi kepada hasil kerja, dan memiliki stabilitas/pendirian).
Hal di atas juga didukung dengan adanya kemampuan pemimpin, kematangan bawahan, dan situasi lingkungan kerja.
Semoga yang saya sapaikan dapat membantu dalam menciptakan budaya kerja yang kondusif dan harmonis.
Salam optimis !
PEMIMPINAN