Bedah Buku Islam Manusia Islam Tuhan, Mengkritik Tanpa Kekerasan

Diadakannya kegiatan seperti bedah buku menurutnya dapat meningkatkan ketertarikan minat baca pemuda di Kalbar.

Bedah Buku Islam Manusia Islam Tuhan, Mengkritik Tanpa Kekerasan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/CLAUDIA LIBERANI
Para pemateri bedah buku dan talkshow Islam Tuhan, Islam Manusia di aula Kementerian Agama, Sabtu (18/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Turut menghadiri bedah buku dan talkshow Islam Tuhan, Islam Manusia Agama dan Spiritualitas di Zaman Kacau, yang diselenggarakan oleh Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat Melayu di aula Kementerian Agama, Sabtu (18/11/2017) Dosen IAIN Pontianak dan PW NU Kalbar, Abdul Mukti menyambut baik kegiatan ini, terutama karena melihat antusias kalangan muda sangat tinggi hingga ruangan penuh dan harus ada yang rela mengikuti acara dari luar.

Kehadiran cendikiawan muslim seperti Haidar Bagir di tengah-tengah pelajar muslim dinilainya mampu membagikan energi positif agar para pemuda dapat belajar mengkritisi suatu permasalahan tanpa kekerasan dan dapat mengkaji sebuah fenomena dengan lebih kritis dan mendalam.

(Baca: Bedah Buku Islam Tuhan, Islam Manusia Bersama Haidar Bagir, Ini Yang Dibahas )

"Kids zaman now sangat tergantung pada jendela google sehingga tidak memiliki refleksi yang mendalam terhadap suatu permasalahan, saya tidak mengatakan anak-anak masa kini tidak memiliki kelebihan, ada, tapi ketika berbicara tentang kajian,seringkali lebih instan," ujarnya.

(Baca: 4 Kesulitan yang Sering Dialami Petugas Damkar Saat Kebakaran, Nomor 2 Sering Dilakukan Warga )

Diadakannya kegiatan seperti bedah buku menurutnya dapat meningkatkan ketertarikan minat baca pemuda di Kalbar.

Khusus untuk buku Islam Tuhan, Islam Manusia, dia menilai buku yang mengajarkan toleransi dan cinta kasih ini harus dibaca oleh generasi muda.

"Banyak-banyak membaca sehingga dapat menambah pengetahuan dan dapat belajar untuk membuat pergerakan yang tidak anarkis," tambahnya.

Dia berharap kehadiran Haidar Bagir dan bukunya di Kota Khatulistiwa dapat menambah nilai pengetahuan dalam diri peserta yang hadir, terutama untuk para pemuda muslim.

"Generasi muda harus kembali membangun praktisi literasi yang kuat, sehingga memiliki kekuatan untuk membaca realitas maupun kekuatan untuk memberi solusi-solusi terhadap permasalahan," pungkasnya.

Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved