Jadi Pemateri di Pengkaderan Bela Negara, Ini Kata Wakapolres

Terorisme dan Radikalisme merupakan musuh bersama, karena sangat berpotensi menimbulkan perpecahan di wilayah NKRI.

Jadi Pemateri di Pengkaderan Bela Negara, Ini Kata Wakapolres
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Wakapolres Kapuas Hulu Kompol Dwi Budi saat memberikan materi ke peserta bela negara. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Polres Kapuas Hulu diwakili oleh Wakapolres Kompol Dwi Budi telah memberikan materi tentang bahayanya Teroris dan Radikalisme ke peserta bela negara, di Pulau Kambing Kodim 1206 Putussibau, Rabu (15/11/2017.

Dalam materi tersebut bahwa, Terorisme dan Radikalisme merupakan musuh bersama, karena sangat berpotensi menimbulkan perpecahan di wilayah NKRI.

"Terorisme adalah, berpemaham ingin menjadikan Indonesia menjadi negara khilafah, dimana mereka akan menerapkan hukum agama secara kaku. Sementara Indonesia mengedepankan idiologi Pancasila, Budaya dan Suku yang ada," ujarnya.

(Baca: Sekda Ingatkan Bela Negara Tanggung Jawab Bersama )

Selain itu Teroris jelasnya, rela menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan yang diinginkan hingga tercapai. "Mereka memiliki ilmu khusus, yang digunakan untuk menghipnotis, dan memasukkan paham tersebut kepada masyarakat," jelasnya.

Lanjut kata Wakapolres, ilmu khusus tersebut membuat masyarakat yang sudah masuk doktrinnya, rela mengorbankan diri untuk kepentingan kelompok tersebut.

"Kalbar dulu pernah dihebohkan dengan Gafatar, dimana orang-orang yang terdapat didalamnya teridiri dari masyarakat biasa, dosen, arsitertur, dokter, guru dan pihak lainnya," ucapnya.

Dwi Budi menuturkan, orang -orang tersebut biasanya mencuci otak pengikutnya, dengan cara mempengaruhi hati, dan fikiran alam bawah sadar pengikutnya.

"Mereka memberikan doktrin melalui pengajian, jika karakter dan prinsip sudak terbentuk dia akan bersedia menyatakan jihad dengan diiming-imingi dengan hadiah surga," ungkapnya.

Maka dar itu jelas Dwi Budi, peran penting seluruh masyarakat untuk sama-sama memerangi aliran radikal dan teroris. "Bagaimana memeranginya yaitu, kita harus peduli dengan kondisi dan keamanan sekitar," ugkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved