Belum Ada Regulasi yang Mengatur Tentang Donor ASIP

Kementerian kesehatan belum ada regulasi mengenai donor ASI, ini sedang dibahas karena ASI memang merupakan kebutuhan bagi anak.

Belum Ada Regulasi yang Mengatur Tentang Donor ASIP
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/CLAUDIA LIBERANI
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Andy Jap. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Belakangan gerakan saling bantu sesama ibu menyusui semakin gencar dilakukan melalui upaya donor ASIP, sebuah gerakan postif karena tidak semua ibu memiliki ASI yang cukup, sementara ASI merupakan kebutuhan bagi bayi sejak usia 0-6 bulan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Andy Jap mengatakan belum ada regulasi mengenai donor ASI, saat ini regulasi tersebut sedang dibahas di tingkat kementerian.

"Kementerian kesehatan belum ada regulasi mengenai donor ASI, ini sedang dibahas karena ASI memang merupakan kebutuhan bagi anak, kita juga memperhatikan ini karena ini merupakan bagian dari 1000 hari pertama kehidupan manusia," katanya, Rabu (15/11/2017).

(Baca: Lakukan Donor ASI Sesuai Syariat Islam )

Dia mengungkapkan dari sisi medis ASI merupakan makanan terbaik dibanding susu formula. Pemerintah sendiri telah menekankan pentingnya pemberian susu eksklusif melalui pasal 128 UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Namun dia tidak memungkiri, kenyataanya tidak semua ibu bisa memberi ASI pada anaknya. Dia mengungkapkan sebenarnya tujuan pendonor ASI baik, ingin membantu, tapi resiko juga harus dipertimbangkan.

"Jika pendonor tidak sehat, beberapa penyakit bisa ditularkan pada bayi melalui ASI perah, seperti HIV/AIDS, Hepatitis B dan C, cytomegalo virus dan human T lymphotropic virus," paparnya.

Jika memang terpaksa harus menerima donor ASIP, dia mengimbau agar masyarakat cerdas, tidak asal menerima donor. Saat ini pemerintah belum memberi aturan baku mengenai hal ini, karena itulah dia berharap agar masyarakat bijak memilih pendonor, dan sebaliknya.

"Saya mengimbau agar masyarakat cerdas, ASI adalah kebutuhan anak, ini sangat penting, kalau terpaksa menerima ASI dari orang lain saya harap menerima dari orang yang memang sehat dan terbukti melalui tes kesehatan," pungkasnya.

Penulis: Claudia Liberani
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved