Terlaris saat Hari Pangan Sedunia, Pemkab Mempawah Kembangkan Kripik Nanas

Ia mengatakan saat ini sejumlah prodak berbahan baku dasar nanas terus diproduksi seperti sirup, selai, wajik, dodol dan minuman sari nenas.

Terlaris saat Hari Pangan Sedunia, Pemkab Mempawah Kembangkan Kripik Nanas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HAMDAN DARSANI
Ketua Rumah Produksi Industri Kecil Menengah Mekar Sari Desa Galang, Sholeh saat menunjukkan pengolahan keripik nanas setengah jadi yang diproduksi oleh IKM Mekar sari. Minggu (12/11/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH – Ketua Rumah Produksi Industri Kecil Menengah Mekar Sari Desa Galang, Kecamatan Mempawah Sholeh mengatakan kerupuk nanas jadi prodak yang ikut dipamerkan pada kegiatan hari pangan sedunia, menurutnya kerupuk nanas banyak diburu oleh pengunjung.

“Untuk di Kalbar kerupuk nanas masih terbilang baru diproduksi, bahkan daerah-deerah lain masih belum diproduksi di kembangan. Kalau tidak salah kerupuk nanas hanya ada di daerah subang bandung,” ujarnya saat tribun mengunjung Rumah produksi nanas IKM Mekar Sari di Desa Galang, MInggu (12/11/2017).

(Baca: Nanas Akan Jadi Produk Unggulan Kabupaten Mempawah )

Ia mengatakan saat ini sejumlah prodak berbahan baku dasar nanas terus diproduksi seperti sirup, selai, wajik, dodol dan minuman sari nenas.

“Untuk minumas sari nenas dan syirop belum bisa maksimal di pasarkan karena alasan kemasan yang belum rapih, sehingga belum bisa dititipkan ke toko. Selain itu ketahanan minuman juga belum bisa lama. Minuman nanas sendiri hanya bisa bertahan dua hari,” ujarnya.

Namun demikian, beberapa prodak lainya seperti dodol nanas, keripik nanas, selai nenas sudah kita berusaha pasarkan ke luar Mempawah, seperti kota Pontianak, sanggau, sekadau dan beberapa daerah lainya.

“Kripik nenas kemarin ada yang minta untuk dititipkan di Bandara Supadio Pontianak agar dapat dibeli sebagai ole ole khas kabupaten mempawah,” ujarnya.

 Sholeh mengatakan untuk bahan baku nanas cukup melimpah hampir 80 persen masyarakat di Desa Galang menanam nanas. Selain langsung dijual bulat, masyarakat bisa mengelola nanas yang mungkin tidak habis terjual untuk menjadi prodak panganan yang punya nilai jual baik.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved