SMKN 1 Ngabang Gelar Pelatihan Pembibitan dan Pengolahan Limbah

Kita bersyukur di Kalbar ada tiga sekolah yang mendapat program, termasuk SMKN 1 Ngabang

SMKN 1 Ngabang Gelar Pelatihan Pembibitan dan Pengolahan Limbah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ALFONS PARDOSI
Siswa-Siswi SMKN 1 Ngabang saat mengikuti pelatihan pembibitan dan pegolahan limbah dari program Direktorat Pembinaan SMK pada Jumat (10/11). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Siswa Siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Ngabang, mengikuti pelatihan SMK berbasis industri yang berlangsung di Aula sekolah mereka pada Jumat (10/11) pagi. 

Pelatihan ini merupakan program dari Direktorat Pembinaan SMK. Dimana pihak SMKN 1 Ngabang mendatangkan narsumber dari Obeng Ponggodi, Bodok, Kabupaten Sanggau dalam memberikan materi. 

"Jadi setiap tahun itu ada program dari Direktorat Pembinaan SMK, tahun ini ada 100 paket yang direbut 13an ribu SMK se Indonesia. Kita bersyukur di Kalbar ada tiga sekolah yang mendapat program, termasuk SMKN 1 Ngabang," ujar Kepala SMKN 1 Ngabang Dominikus Dasit. 

(Baca: Danlanud Supadio Lakukan Ini Saat Ziarah ke Makam Pahlawan Sungai Raya )

Dijelaskannya, anak-anak didiknya dari SMKN 1 Ngabang yang mengikuti pelatihan tersebut adalah dari jurusan Agro Bisnis Tanaman Perkebunan (ATP). "Program ini adalah pembibitan dan pengolahan limbah sawit dan karet," katanya. 

Dijelaskannya, untuk sementara ini dalam prakteknya nanti adalah mengolah limbah tangkos dengan limbah pelapah daun sawit. "Kalau tangkos dijadikan pupuk, dan pelepah daun sawit menjadi makanan ternak," terangnya. 

(Baca: Gelar Aksi ke DPRD Sintang, Aliansi Sepuluh November Sampaikan Lima Tuntutan )

Program SMK berbasis industri dan keunggulan wilayah, SMKN 1 Ngabang dapat program untuk perkuat dipembibitan dan pengolahan limbah. "Mungkin dengan kehadiran mesin yang ada nanti, kita bisa ciptakan makanan ternak lagi," beberya.

Selain itu, dengan pembekalan tersebut diharapkan anak didiknya bisa mandiri. "Target awal kita ada 4000 bibit sawit dan 1000 karet unggul. Ini harus bergulir, dan selama ini juga memang ada pembibitan namun tidak banyak," pungkasnya 

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved