Breaking News:

Posko Anti Kekerasan

Misteri video pemukulan terhadap dua siswa secara brutal dalam kelas yang menghebohkan publik akhirnya berhasil terungkap.

Instagram
Pemukulan siswa 

Kasus-kasus kekerasan yang terjadi di sekolah tersebut menimbulkan rasa khawatir sekaligus prihatin bagi masyarakat.

Sebab sekolah dianggap tempat proses belajar mengajar, fokus mempelajari bidang pelajaran tertentu dan diterapkan kedisiplinan.

Sangat disayangkan bila aksi kekerasan masih tetap terjadi, apalagi sampai ada korban meninggal dunia.

Seperti dialami Kresna Wahyu Nurachmad (15), siswa SMA Taruna Nusantara pada Jumat (31/3/2017) yang meninggal setelah dianiaya sesama teman sekolah.

Untuk meminimalisir terjadinya aksi kekerasan di lingkungan sekolah, setuju dengan usulan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad tentang perlunya  sekolah membuat posko anti kekerasan.

Posko itu didirikan, antara lain, untuk pengaduan setiap tindak kekerasan yang dialami seluruh warga sekolah, bukan hanya siswa.

Hamid mengakui bahwa Kemendikbud berencana "galak" terhadap sekolah yang tidak membuka posko anti kekerasan. Salah satunya dengan ancaman memblokir layanan dapodik.

Namun, rencana itu tidak bisa dieksekusi hingga saat ini.

"Kalau blokir dapodik itu diterapkan, berapa dana BOS yang tidak keluar," tuturnya seraya menambahkan kasus pemukulan di Pontianak menjadi pelajaran supaya sekolah tergerak membuat posko anti kekerasan.

Semoga. (*)

Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved