Breaking News:

Peringati Hari Pahlawan, Dandim Tekankan Pentingnya Persatuan

Kota Singkawang juga memiliki pejuang-pejuang yang tak kalah hebatnya dengan pejuang yang telah di nobatkan sebagai pahlawan Nasional.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Menyambut hari pahlawan yang jatuh pada 10 November, Dandim 1202/Singkawang Letkol Inf Abdul Rahman mengatakan masyarakat tidak boleh lupa akan sejarah para pejuang terdahulu.

Kota Singkawang juga memiliki pejuang-pejuang yang tak kalah hebatnya dengan pejuang yang telah di nobatkan sebagai pahlawan Nasional.

Diantaranya Aliayang yang makamnya berada di makam pahlawan kota Singkawang, kemudian Leo Wattimena, putra kelahiran Singkawang ini diabadikan sebagai nama bandara di Morotai. Atau Yohana godang dan Bambang Ismoyo yang namanya di abadikan sebagai nama jalan di Kota Singkawang.

"Sangat bangga sekali, karena itu menjadi salah satu cara untuk  menghormati jasa-jasanya dan agar masyarakat tidak lupa akan sejarah," ujarnya, Kamis (9/11)

Dandim juga berpesan agar apa yang telah dilakukan oleh para pejuang ini menjadi contoh generasi muda. Terutama dalam hal menjaga persatuan, dalam hal menjaga keutuhan NKRI khususnya persatuan di kota Singkawang.

"Kepada generasi penerus bangsa (Singkawang) untuk secara bahu-membahu membangun bangsa dalam kerangka persatuan. Melalui persatuan dan itikad bulat segenap komponen bangsa akan menjadikan bangsa ini yang kokoh dan kuat sehingga tujuan pencapaian negara sejahtera sebagaimana termaktub dalam Pembukaan akan dengan mudah tercapai," katanya.

Menurutnya pula Indonesia  merupakan negara yang suku bangsa dan kekayaannya beraneka ragam. Karena itu ditekankan olehnya prinsip optimalisasi segenap keanekaragaman yang dimiliki harus menjadi tujuan utama.

"Indonesia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, tetapi semua buat semua, semua buat satu. Indonesia harus memiliki keyakinan diri untuk sanggup membela negara sendiri dan memiliki kekuatan yang nyata sebagai bangsa. Pada tingkatan sekarang, segenap komponen bangsa harus terlebih dahulu sadar akan kemampuan dan potensi yang dimiliki dan menyatupadukan segenap kehendak rakyat dalam rangka mencapai tujuan membentuk negara sejahtera," lanjutnya

Tak kalah penting menurut dia, kemerdekaan merupakan hasil dari proses kerja dan usaha para pejuang masa lalu. Maka persoalan ke depan yang harus dilakukan oleh generasi penerus bangsa diantaranya bagaimana memaknai konteks kemerdekaan tersebut disesuaikan dengan hal-hal yang berkembang dalam rangka pencapaian tujuan bangsa dan kondisi sosial politik bangsa.

"Dengan demikian, segenap komponen bangsa dituntut untuk dapat mengedepankan makna kemerdekaan sesuai dengan keberadaan dan spesifikasi bidang dalam konteks pencapaian tujuan penyelenggaraan negara secara optimal. Konteks kemerdekaan harus dimaknai melalui perwujudan bersatupadunya segenap aspek, sumber daya, dan penyelenggara negara dalam sistem penyelenggaraan negara menuju tercapainya masyarakat sejahtera," tutupnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved