Breaking News:

Video Pemukulan di SMK Bina Utama Bikin Heboh, Begini Akhir Kasusnya

Hal ini disampaikan secara singkat oleh Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol M Husni Ramli.

Fun Page Anggit Tanoto Page

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perkembangan terakhir peristiwa penganiayaan di SMK Bina Utama, kedua belah pihak sudah berdamai di mediasi oleh aparat kepolisian dan dinas pendidikan.

Informasi tersebut disampaikan secara singkat oleh Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol M Husni Ramli yang menuturkan perkara tersebut sudah selesai secara diversi di Dinas Pendidikan.

"Udah kelar di diknas diversi, Damai mereka, Tidak menuntut hukum," kata Husni pada Rabu (8/11/2017).

(Baca: Terungkap! Dugaan Pemukulan Murid yang Bikin Heboh Terjadi di SMK Pontianak )

Lebih lanjut, Kasat Reskrim Polresta Pontianak menuturkan lebih lanjut nantinya Polda Kalbar yang akan merilis secara resmi.

Seperti di ketahui penanganan kasus tersebut yang di selesikan secara Diversi sesuai dalam pasal 5 UU No. 11  Tahun 2012.

Ditentukan bahwa sistem peradilan anak wajib mengutamakan pendekatan keadilan restorative.

Undang-undang ini juga memberikan kepastian hukum atas penyelesaian perkara pidana di luar pengadilan melalui Diversi.

(Baca: Astagfirullah, Oknum Guru SMP Pukuli Murid Membabi Buta! Lihat Deh Videonya )

Seperti dalam hal tersebut Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara dari proses peradilan ke proses di luar peradilan pidana, karena Diversi bertujuan sebagai mencapai perdamaian antara korban dan anak, menyelesaikan perkara anak di luar proses peradilan, menghindarkan anak dari perampasan kemerdekaan, menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved