Kejutan KPK Arab Saudi

Lebih heboh dari itu, hanya beberapa jam setelah dekrit raja dimumkan, Pengeran Mohmmad pun melakukan aksi penangkapan.

Kejutan KPK Arab Saudi
ISHARA S. KODIKARA/AFP
Pangeran Alwaleed bin Talal, serta sepuluh pangeran lainnya ditahan pemerintah Arab Saudi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID -  ARAB Saudi membuat kejutan! Negara kerajaan kiblat negara-negara Islam di dunia ini melakukan gebrakan heboh. Berdasarkan Dekrit Raja Salman membentuk sebuah badan otonom untuk memberantas krouspi di negeri Tanah Suci itu.

Putra Mahkota Pengeran Mohammad bin Salman ditunjuk sebagai Ketua KPK versi Arab Saudi itu mulai berdiri dan dimaklum pada Sabtu, 4 November 2017.

Lebih heboh dari itu, hanya beberapa jam setelah dekrit raja dimumkan, Pengeran Mohmmad pun melakukan aksi penangkapan.

(Baca: Satu dari 11 Pangeran Arab Saudi yang Ditangkap Miliki Kekayaan Rp 230 Triliun, Inilah Orangnya )

(Baca: Sudah Punya 38 Anak di Usia 37 Tahun, Wanita ini Malah Disuruh Dokter Hamil Terus? )

Sekurang-kuragnya ada sebelas pangeran di negeri itu, termasuk empat pemimpin kerajaan ditangkap. Mereka yang ditangkap di antaranya Pengeran Miteb bin Abdullah (Menteri Dalam Negeri yang bertanggung jawab terhadap keamanan dalam negeri), Pangeran Adel Fakeih (menteri Perekonomian), Pangeran Al Walleed al-Ibrahim, serta miliader Al Walleed al-Ibrahim sekaligus pemilik jaringan televisi MBC.

Berdasarkan dekrit Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, yang diterbitkan oleh kantor berita resmi Arab Saudi. Putra mahkota, Mohammed bin Salman ditunjuk memimpin komite tersebut, mempunyai kewenang luas untuk memerangi korupsi.

(Baca: Wah, 51 Nama Bayi Ini Dilarang Pemerintah Arab Saudi, Sepertinya Diantaranya Ada Nama Kamu Deh )

Dia menjadi ketua KPK Araba Saudi dengan anggota Ketua Komisi Pembantau dan Investigasi, Ketua Otorita Anti Korupsi Nasional, Kepala Biro Audit Umum, Jaksa Agung, Kepala Keamanan Negara.

Beberapa analis politik mengatakan bahwa penunjukkan Putra Mahkota Mohammad sebagai bagian dari kebijakan Raja Salman untuk mengamankan posisi calon pewaris kerjaaan itu. Karena, Pangeran Miteb termasuk salah satu kandidat kuat sebagai pengganti Raja Salman, tetapi kemudian terdepak.

Halaman
123
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved