Pilgub Kalbar

Sopir Truk Kontainer Ini Ogah Pilih Sutarmidji di Pilgub Kalbar

Selain masalah waktu masuk yang mepet, mereka juga semakin direpotkan karena adanya acara Pemkot yang menutup badan

Penulis: Destriadi Yunas Jumasani | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Truk kontainer saat melewati Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (28/10/2017) malam. Masih ada pengendara tronton yang berkendara dengan kecepatan tinggi saat melintas di jalan padat kendaraan tersebut. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Destriadi Yunas Jumasani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sopir truk peti kemas mengeluhkan kebijakan pemerintah Kota Pontianak yang memberikan waktu lewat Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat hanya pukul 21.00 WIB hingga 05.00.

Saat ditemui Tribun Pontianak di warung kopi dan makan di simpang lampu merah gerbang kota, Jalan Sui Raya Dalam, Kubu Raya, Kamis (2/11/2017) malam, Rahmat (57) beserta lima rekannya sesama sopir truk peti kemas membeberkan keluh kesahnya.

Selain masalah waktu masuk yang mepet, mereka juga semakin direpotkan karena adanya acara Pemkot yang menutup badan jalan di Jalan Diponegoro.

"Sementara kami terpaksa lewat Jalan Merdeka atau mutar lagi di Jalan Veteran," tutur Rahmat.

Rahmat dan rekan-rekannya mengeluhkan saat lewat di Jalan Merdeka karena kabel-kabel listrik yang terlalu rendah, sehingga sangat beresiko saat truk peti kemas melintas.

"Di Merdeka ini kan kabelnye rendah-rendah, sedang gak kalau kenak kontainer putus, kalau dak ade orang sih dah lah, kalau kenak orang ini yang masalah kami lagi yang disalahkan," kesal Rahmat yang diamini seluruh rekannya.

Rahmat pun menjelaskan selepas mengantar bongkar peti kemas, sopir tidak bisa kembali ke depo karena rata-rata depo di dalam kota.

"Pelabuhan ini kan dalam kota, kalau dah ada hal-hal kayak gini kan kami juga kena imbasnya akibat tidak ada jalur tersendiri untuk kontainer lewat, seharusnya kan pemerintah mikirkan ini juga," tutur Rahmat.

Rahmat menambahkan, ucapan Wali Kota Pontianak yang mengatakan sopir kontainer tidak sabaran, jalannya konvoi-konvoi, nanti kalau ada kejadian membahayakan orang laib sudah tersebar dikalangan sopir kontainer.

"Wali kota bilang sopir kontainer tidak punya otak, kami jadikan jak sekalian, kan dia bilang kami dak punya otak. Kalau ego dia jak yang diutamakannya kami pun bisa, tidak bakal milih dia nanti, dia kan mau nyalon gubernur, tidak bakal kami-kami pilih dia," tegas Rahmat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved