Pesona Putrajaya Hingga Belanja Murah di Sungai Wang

Setelah menuntaskan menyaksikan Moto GP pada 28-29 Oktober 2017, akhirnya peserta diajak berkeliling kota Kuala Lumpur (KL).

Tayang:
Penulis: Nina Soraya | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NINA SORAYA
Peserta mencicipi nasi lemak makanan khas Malaysia yang disajikan Restoran Restu Resapi, Senin (30/10/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nina Soraya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEPANG -  Tour Moto GP makin lengkap karena peserta tak hanya diajak menyaksikan GP saja, tapi juga city tour, belanja di Sungai Wang yang terkenal dengan harga miring, hingga mencicipi Nasi Lemak khas Malaysia.

Tur spesial ini bisa dirasakan jika masyarakat mempercayakan tur Moto GP-nya bersama TX Travel.

Setelah menuntaskan menyaksikan Moto GP pada 28-29 Oktober 2017, akhirnya peserta diajak berkeliling kota Kuala Lumpur (KL).

(Baca: Peserta Tur Harap Indonesia Jadi Tuan Rumah Moto GP )

Sebenarnya, di tengah padatnya jadwal tour Moto GP, peserta sudah lebih dulu diajak menyaksikan kemegaham bangunan di Putrajaya, Sabtu (28/10/2017). Putrajaya adalah pusat pemerintahan atau pusat administrasi Malaysia.

Dahulu pusat pemerintahan Malaysia berada di KL.

Keputusan pemerintah Malaysia memindahkan pusat pemerintahannya dari Kuala Lumpur ke Putrajaya menjadi model yang sukses.

(Baca: Tour Moto GP Sepang TX Travel Bersama Tribun Pontianak - Sensasi Nonton GP dari Tribune VR46 )

(Baca: Kepincut Tour MotoGP Sepang TX Travel Sejak Baca Tribun Pontianak )

Mungkin, hal ini yang ingin diadopsi Indonesia yang juga berkeinginan memindahkan ibu kota Negara.

Tour Guide, Fariz, menuturkan kawasan Putrajaya sangat luas sekali dan sangat indah.

Di sini berdiri kantor-kantor pemerintahah.

Tak hanya itu bahkan ada beberapa jembatan penghubung yang merupakan jembatan ikon beberapa Negara.

Selain jembatan ada dua masjid yang terkenal di kawasan ini yaitu Masjid Putrajaya yang berwarna pink dan terapung serta Masjid Besi atau Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin.

“Putrajaya pun sudah menjadi destinasi wisata bagi wisatawan luar,” ujar Fariz.

Putrajaya memang merupakan kawasan yang amat jauh dari Kuala Lumpur. Meski KL sangat banyak objek wisata dalam kota tersebut.

Sebut saja, Twin Tower, Mesjid Raya, hingga Istana Negara.

Sementara bagi wisatawan yang datang, tentu berkeinginan untuk mencari oleh-oleh. Nah, Sungai Wang bisa menjadi pilihan. Peserta tur diajak untuk menyusuri Sungai Wang, satu di antara pusat perbelanjaan di Kota KL. Di sini banyak toko toko yang menjual pakaian hingga pernak pernik.

Bahkan event Moto GP Sepang yang sudah berakhir, tapi untuk merchandise masih banyak dijual di sini.

Fariz menjelaskan Sungai Wang dahulunya merupakan kawasan perbukitan bukanlah sungai seperti nama kawasan ini sekarang.

"Wang itu kan artinya uang, sementara sungai ibaratnya air yang mengalir. Ini mengibaratkan uang yang terus mengalir agar yang berniaga di sini hoki terus," ucapnya.

Sejak tahun 70-an, lanjut Fariz, disini sudah menjadi tempat berjualan. "Inilah pusat belanja tertua.Sedangkan Bukit Bintang masihlah terbilang baru," katanya.

Sejak pukul 10.00 pagi, kawasan ini sudah buka. Rata-rata penjual merupakan orang Bangladesh yang telah menetap di Malaysia.

Winda Asmara, satu di antara peserta Tour Moto GP TX Travel Alianyang, mengatakan di Kawasan Sungai Wang sangat puas kalau mau berbelanja untuk oleh oleh.

"Di sini harga sangat miring. Sangat sesuai dengan isi dompet. Apalagi kalau mau beli oleh-oleh dalam jumlah banyak, di sini tempat yang tepat," kata Winda.

Tak hanya pakaian, tas, topi, sepatu semua tersedia. Bahkan makanan cemilan seperti coklat juga tersedia di sana.

"Di sini harga topi ikon pebalap Moto GP semuanya di bawah 100 Ringgit. Ini ada yang 40 Ringgit saja. Beda sekali dengan harga yang dijual dibooth di stand Moto GP bahkan di luaran sirkut, hanya untuk satu topi saja bisa sampai 200 Ringgit, padahal kualitas tidak jauh beda," kata Edmund, satu di antara peserta Tour Moto GP TX Travel Alianyang ini.

Selesai belanja, tentulah perut terasa lapar. Ternyata keputusan untuk mengisi perut dengan nasi lemak dan jus apel di Restoran Restu Resipi sungguh tepat. Nasi Lemak dengan porsi besar jadi hidangan makan siang sebelum rombongan kembali pulang ke Pontianak.

Nasi lemak sangat familiar bagi orang Indonesia, sehingga hidangan ini sangat cocok di lidah.

Bila menilik sejarahnya, maka bisa dikatakan nasi lemak merupakan makanan khas orang Melayu. Suku Melayu pun merupakan penduduk asli Negara Malaysia. Jadi menu ini sangat sering disajikan orang Melayu untuk makanan sehari-hari.

Peserta tur, Rotua, memuji menu unggulan yang disajikan restoran tersebut.

“Apalagi minuman yang dijadikan pendamping yaitu Jus Apel ini sangat serasi dengan Nasi Lemak,” tuturnya.

Untuk bisa mendapatkan pengalaman menari selama tur, masyarakat bisa memanfaatkan TX Travel.

Apalagi TX Travel kini sudah memiliki cabang di Pontianak yaitu di Jl Alianyang Komp Ruko Gg Rahayu No 1.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved