Ayah Cabuli Anak Kandung

Miris, Pria Ini Tega Cabuli Anak Kandung Hingga Penyandang Disabilitas, Ini Beberan Polisi

Menurut AKP Siswandi, tersangka memang telah melakukan tindakan cabul pada anak kandungnya sejak umur 8-16 tahun sekarang.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Wakasat Reskrim Polresta Pontianak Kota, AKP Siswandi saat memberikan keterangan pada kasus pencabulan anak dibawah umur oleh orang tua kandung, Sabtu (11/4/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Wakasat Reskrim Polresta Pontianak Kota, AKP Siswandi mengatakan HR (42) diamankan unit Jatanras setelah mendapat laporan dari Yayasan Nandiya Nusantara Kalbar.

"Berawal adanya laporan dari LSM peduli akan anak, adanya perbuatan cabul orang tua pada anak kandung, atas laporan itu, kita tindak lanjuti 5 menit langsung penangkapan pada pelaku," ujarnya, Sabtu (4/11/2017)

Dikatakannya, pelaku diamankan dirumahnya di Pontianak Kota, ketika baru bangun dari tidur sekitar pukul 13.00 WIB.

(Baca: Bejat! Ayah Kandung Cabuli Anak Sendiri Selama 8 Tahun Berulang-ulang, Alasannya Bikin Geram )

Tersangka HR, jelasnya berprofesi sebagai petugas dinas kebersihan kota Pontianak.

Menurut AKP Siswandi, tersangka memang telah melakukan tindakan cabul pada anak kandungnya sejak umur 8-16 tahun sekarang.

(Baca: Ngakak Abis! Ditilang, Remaja Tanggung Ini Menangis Sesenggukan di Depan Polwan, Lihatlah Alasannya )

(Baca: Biduan Seksi Lakukan Hal Berani dengan Pengantin Pria di Depan Pengantin Perempuan )

Bahkan, dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka sering melakukan hubungan bebas, bahkan juga kepada perempuan yang disabilitas, hingga istrinya minggat dari rumah.

"Kasus seperti ini jarang terjadi, beralasan sudah tiga tahun ditinggalkan istri, padahal sebelum ditinggalkan sudah melakukan, diduga mempunyai kelainan seks," ujarnya.

Dengan hal ini, kata dia, tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis, sampai dengan akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar tersangka dikebiri.

"Tersangka akan di jerat pasal 81 ayat (2) atau pasal 76E jo pasal 82 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2014, dengan ancaman 15 tahun, tambah sepertiga jadi 20 tahun, hukumannya akan juga dikebiri, karena biadap, dan kita akan koordinasi dengan Jaksa, karena anak umur 8-16 tahun," tukasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved