Divonis 1,6 Tahun, Kepala Desa Nanga Mentebah Ajukan Banding

Namun kami telah mengambil upaya hukum lainya, yaitu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi.

Divonis 1,6 Tahun, Kepala Desa Nanga Mentebah Ajukan Banding
Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Atas vonis bersalah dari Pengadilan Negeri (PN) Kapuas Hulu terhadap terdakwa kasus asusila, Ramadhan yang merupakan Kepala Desa Nanga Mentebah, Kecamatan Mentebah selama 1,6 Tahun, Kuasa Hukum terdakwa, Jelani Christo. SH MH, sangat menghormati putusan Majelis Hakim tersebut.

"Namun kami telah mengambil upaya hukum lainya, yaitu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. Karena dinilai bahwa, apa yang kami sampaikan, dalam pembelaan kami tidak dipertimbangkan oleh majelis hakim," ujar Jelani Christo, Kamis (2/11/2017).

(Baca: Ironis! Sudah Merdeka 72 Tahun, Daerah di Singkawang Ini Belum Teraliri Listrik )

Mengapa harus mengaju banding jelas Jelani Christo, karena ada kejanggalan-kejanggalan dalam perkara ini, yang telah terungkap dalam persidangan yang dikuatkan dengan keterangan saksi-saksi lain.

"Bukti-bukti telah kami hadirkan dipersidangan, namun majelis hakim tidak mempertimbangkannya dengan seksama," ucapnya.

(Baca: Sejak Zaman Nenek Moyang, Warga di Singkawang Ini Belum Pernah Nikmati Listrik )

Ia menilai, pertimbangan hakim hanya didasarkan atas keterangan dari saksi korban semata-mata, dan adanya hasil visum.

Sementara keterangan saksi korban, tidak didukung oleh saksi-saksi lainnya yang menguatkan.

"Hasil visum juga tidak dapat dibuktikan secara nyata, di pengadilan bahwa lebam tersebut adalah perbuatan terdakwa, oleh karena tidak ada seorang yang melihat kejadian tersebut, kemudian visum juga dilakukan 7 hari setelah kejadian," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved