Breaking News:

1000 Kayu Bulat Diamankan Ditpolair Polda Kalbar, Siapa Pemiliknya?

Penangkapan berawal saat petugas berpatroli di perairan sungai Landak menemukan ribuan kayu bulat tersebut dibawa kapal tanpa memiliki surat izin

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Ridho Panji Pradana
Dir Polair Polda Kalbar, Kombes Pol Alex Fauzi Rassad beserta jajaran saat meninjau TKP temuan dan tangkapan kayu ilegal. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ditpolair Polda Kalbar bersama Baharkam Mabes Polri mengamankan sekitar 1000 kayu bulat (Log) tanpa dokumen resmi dari instansi terkait.

Penangkapan ini berawal saat petugas sedang berpatroli di perairan sungai Landak menemukan ribuan kayu bulat tersebut dibawa kapal tanpa memiliki surat izin resmi.

Direktur Ditpolair Polda Kalbar Kombes Pol Alex Fauzi Rassad mengatakan, pihaknya mengamankan 600 batang kayu bulat di perairan sungai Landak, Senin (23/10/2017).

Sehari kemudian petugas kembali mengamankan 400 batang kayu bulat saat sedang patroli di perairan sungai tersebut.

(Baca: Alexis Hotel - Surga Dunia, Kisah Mistis hingga Wanita Cantik Rp 500 Juta Buat Pengusaha Kalimantan )

"Untuk saat ini kami menahan dua nakhoda kapal yang membawa kayu log tersebut. Dan kita masih melakukan pengejaran terhadap pemilik kayu," katanya, Jumat (03/11/2017).

(Baca: Prostitusi Online Singkawang Terungkap, Mucikari Beberkan Identitas Pelanggan hingga Tarif )

Adapun terlapor yang berhasil diamankan adalah SM dan TN.

Berdasarkan penyelidikan sementara, kayu bulat ini berasal dari dua daerah berbeda dengan tujuan kota Pontianak.

Kayu log campuran berasal dari desa Teluk Kalut Kabupaten Kubu Raya dan Desa Sebangki Kabupaten Landak untuk dibawa ke Pontianak.

"Kegunaan kayu bulat ini kita masih dalami (penyidikan) apakah untuk mebel atau kegunaan lain," ujarnya.

(Baca: Nasib 1.794 KK Korban Banjir Belum Ada Kepastian, Warga Kecewa Respon Pemkab Ketapang )

Kayu yang berhasil diamankan tersebut berdiameter sekitar 15-20 milimeter dengan panjang berkisar 4 hingga 5 meter.

Kedua tersangka akan dijerat pasal 83 ayat 1 huruf b jo pasal 12 huruf e UU RI. No 18 tahun 2012 dengan ancaman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima serta denda paling sedikit Rp. 500 juta dan paling banyak Rp. 2,5 Miliar.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved