Sulitnya Mengurai Kasus Novel

Sudah lebih dari enam bulan atau tepatnya 200 hari lebih kasus penyiraman air keras terhadap Novel belum juga mampu diungkap jajaran kepolisian.

Sulitnya Mengurai Kasus Novel
tribunnews.com
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menggunakan kursi roda saat akan dibawa ke RS Jakarta Eye Center dari RS Mitra Kekuarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017). Novel Baswedan dipindahkan ke RS Jakarta Eye Center untuk menjalani perawatan lanjutan, usai mengalami serangan fisik dari orang tak dikenal dengan menggunakan cairan yang diduga air keras, yang membuat Novel Baswedan mengalami luka serius di sekitar wajah. 

Namun, benar tidaknya keterlibatan petinggi Polri, memang masih menjadi tanda tanya besar.

Yang jelas, sebagai penyidik KPK, Novel memang jadi target banyak pihak, setidaknya mereka yang berurusan persoalan korupsi.

Sebelum mengalami penyerangan, Novel tengah menyidik kasus megakorupsi proyek E-KTP yang melibatkan banyak orang penting di Senayan.

Namun, tetap saja sulit mengorelasikan kasus itu dengan peran Novel menangani kejahatan kerah putih tersebut.

Yang pasti, faktanya, kasus Novel memang masih berjalan di tempat. Hingga kini polisi belum juga memberikan sinyal positif benar-benar bisa mengungkap kasus Novel, dan menangkap pelaku teror keji tersebut.

Sejumlah tokoh koalisi masyarakat antikorupsi, kemarin secara khusus mendatangi KPK, meminta pimpinan KPK bersikap tegas atas kasus yang dialami salah satu penyidik di lembaga antirasuah tersebut.

Mereka meminta pimpinan KPK mendesak Presiden Jokowi untuk dibentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) guna mengungkap pelaku dan dalang di balik penyerangan terhadap Novel.

Mereka beralasan, jika masih bertumpu pada kepolisian, kasus Novel Baswedan tidak akan pernah bisa tuntas.

Apapun dalih pihak kepolisian, faktanya sudah 6 bulan kasus itu berjalan belum juga bisa diurai secara transparan.

Jujur saja, selama ini kita memang tidak melihat agresivitas pimpinan KPK dalam mendorong penuntasan kasus Novel Baswedan.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved