Ternyata Ini Penampakan Jalan Gajah Mada 1970 dan 1971, Berbeda Banget Guys Dengan Sekarang!
Dari jalan yang tampak tak berpenghuni dahulunya, sampai dengan sekarang menjadi "sarang" dari pusat perhotelan Kota Pontianak.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Jalan Gajah Mada Kota Pontianak terus mengalami perbuahan dari setiap tahunnya.
Dari jalan yang tampak tak berpenghuni dahulunya, sampai dengan sekarang menjadi "sarang" dari pusat perhotelan Kota Pontianak.
Siapa yang menyangka? Jalan Gajah Mada Pontianak dulunya sangatlah jauh berbeda dengan sekarang.
(Baca: Lihat Nih, Perbedaan Jembatan Penyeberangan Feri Pontianak Tahun 1970 - 2017 )
Seperti foto dari Humas Pemkot Pontianak ini, keadaan Jalan Gajah Mada Pontianak tahun 1971 yang juga mungkin ada dibeberapa warkop Pontianak.
Dalam foto itu, keadaan Jalan Gajah Mada Pontianak hanya ada beberapa rumah dan terbuat dari kayu.
Diabadikan pula beberapa orang pria yang hendak berjalan melintas, dan satu diantaranya menggunakan peci hitam menggunakan kain dan kemeja yang dibuka bagian dada.
(Baca: Pedagang Tak Boleh Jual Gula Eceran, Kecuali Penuhi Syarat Ini! )
Lalu pada foto Persimpangan Jalan Gajahmada dengan Jalan Diponegoro, Pattimura dan menuju Jalan Gusti Sulung Lelanang, tampak pula sudah ada traffic light.
Dan kendaraan saat itu didominasi oleh sepeda dan becak, jika pun ada mobil, mungkin hanya kaum konglemerat saat itu mempunyai mobil.
Nah, di Tahun 2017, Jalan Gajah Mada benar-benar bertransformasi jadi kawasan Perhotelan, dan pusat jasa serta bisnis Kota Pontianak.
Mulai dari Pasar Flamboyan, Hotel-hotel berbintang, perbankkan sampai dengan warung kopi ada disini.
Bahkan, dipersimpangan Jalan Gajah Mada dengan Jalan Diponegoro, Jalan Pattimura serta menuju Jalan Gusti Sulung Lelanang, sudah ada Coffe Street.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/jalan-gajah-mada_20171101_114640.jpg)