PT ISL Wacanakan Undang Presiden RI ke Ketapang
Lantaran menurutnya seperti diketahui bahwa komuditi kelapa sawit penyumbang nomor saatu divisa Negara RI.
Penulis: Subandi | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Presiden RI, Joko Widodo akan diundang datang ke Ketapang.
Ini terungkap saat PT Inti Sawit Lestari (ISL) BGA Group bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menyelenggarakan pembahasan kegiatan replanting kebun plasma PT ISL di aula Pendopo Bupati Ketapang, Rabu (1/11/2017).
Kegiatan ini dihadiri beberapa isntansi, kecamatan dan kepala desa tempat beroperasinya PT ISL.
“Replanting ini kan sedang dalam kondisi baik di mata Pemerintah,” kata Head Corporate PT BGA, Kamsen Saragih kepada wartawan di Ketapang, Rabu (1/11/2017).
(Baca: Ini Video Penjelasan Kapolres Terkait Operasi Zebra Kapuas 2017 )
Lantaran menurutnya seperti diketahui bahwa komuditi kelapa sawit penyumbang nomor saatu divisa Negara RI.
Kemudian sawit-sawit yang sudah 25 tahun tentu sudah layak direplanting atau dilakukan peremajaan.
Ia mengungkapkan perkebunan sawit di Kalimantan Barat termasuk Ketapang sudah banyak yang harus direplating.
(Baca: Ekspor Kalbar Turun 21,25 Persen, Berikut Komoditi Penyumbangnya )
“Nah kalau dilihat secara umur memang di kebuh plasma PT ISL memang masih dalam kategori normal,” ucapnya.
“Tapi kan kebun itu dahulunya tidak dirawat sehingga pertumbuhannya lambat, kerdil dan tidak menghasilkan buah maksimal. PT ISL sendiri memutuskan untuk mereplanting kebun inti karena menghailkn buah sangat tidak normal, sangat rendah,” lanjutnya.
Menurutnya memang ketika dilkukan replanting maka harus korban hingga empat tahun tidak mendapatkan penghasilan. “Tapi karena ditanam bibit bagus dan dikelola secara baik maka mungkin empat tahun sudah mulai berbuah,” tuturnya.
Pihaknya juga ingin masyarakat pemilik kebun plasma melakukan replanting. Tujuannya agar sama memiliki masa depan atau berpenghasilan lebih baik. “Jadi melakukan replanting pada kebun plasma karena rasa tanggung jawab moral kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan di wilayah PT ISL tersebut ada 17 ribu lebih hektar kebun plasma. Hampir semua kebun plasma tersebut kondisinya sudah tidak baik dan tak menguntungkan. “Jadi ketika ada program Pemerintah melalui Badan Pengelola Lahan Dana Perkebunan,” jelasnya.
“Pak Presiden menegaskan akan datang ke Kalbar tapi kebun yang direplanting harus ada 4 ribu hingga 5 ribu hektar. Makanya pada 2018 kalau memang kita bisa dapat angka melakukan replanting hingga 5 ribu hektar,” lanjutnya.
“Maka kita sangat yakin bisa mendatangkan Presiden RI untuk melakukan seremonial, memberikan gambaran dan lain-lain. Multi efek player tentu kembali terhadap Pemkab dan masyarakat Ketapang juga,” tambahnya.
Ia mencontohkan dampak kedatangan Presiden satu di antaranya pasti kondisi jalan-jalan tentu akan semakin baik dan bagus. “Tak mungkin presiden datang tapi kondisi jalan yang mau dilaluinya dibiarkan tetap rusak,” tegasnya.
“Jadi kalau target lahan replanting kita tercapai. Maka sebenarnya petani lah yang telah mengajak Presiden datang ke Ketapang. Kemudian petani juga yang membuat Pemerintah dan fasilitas-fasilitas umum di Ketapang menjadi bagus. Bahkan mungkin jadi sejarah seumur hidup Presiden datang ke Ketapang ini,” sambungnya. (bnd)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pt-bga_20171101_165315.jpg)