Periode 5 Tahun Terakhir, Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kalbar Turun

Data lima tahun sebelumnya dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), tingkat AKB dan AKI menunjukkan penurunan.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Andy Jap. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kalbar, Andy Jap mengakui, angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI) masih tinggi di Kalbar.

"Masih tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi, memang benar," katanya, Rabu (1/11/2017).

Namun apabila dibandingkan dengan data lima tahun sebelumnya dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), tingkat AKB dan AKI menunjukkan penurunan.

"Angka kematian ibu, kita pada lima tahun sebelumnya itu sekitar 340 per 100 ribu kelahiran hidup. Nah sementara lima tahun kemudian, SDKI 2012, itu angka kematian ibu kita itu sudah sekitar 240," ungkapnya.

(Baca: Jangan Sepelekan! Polusi Udara yang Biasa Kita Hirup Bisa Sebabkan Kematian )

Demikian juga dengan AKB. Angka kematian mengalami penurunan.

"Kita sekarang itu pada posisi SDKI terakhir itu 31 per seribu kelahiran hidup. Lima tahun sebelumnya, itu sekitar 40-an per seribu kelahiran hidup," katanya.

Ia menjelaskan, upaya Pemprov Kalbar melalui Dinkes menekan AKB dan AKI, di antaranya dengan adanya bidan desa. Menurutnya, keberadaan bidan desa sangat membantu.

Bidan-bidan ini, katanya, ditempatkan di seluruh desa untuk membantu unit-unit kesehatan pemerintah.

Menyangkut bidan pegawai tidak tetap (PTT) yang ada di Kalbar, Andy mengatakan, semuanya telah berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

"Kita di Kalbar sudah semua. Ada sekitar 400-an termasuk yang di Landak, itu sudah terima SK semua. Jadi untuk di Kalbar, tidak ada permasalahan terkait yang PTT," terangnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved