Registrasi Kartu Prabayar

Operator Akses 170.000 NIK, Kominfo Jamin Keamanan Data Pribadi

"Mengenai keamanannya Pemerintah telah mengeluarkan peraturan pemerintah tentang Perlindungan Data

Operator Akses 170.000 NIK, Kominfo Jamin Keamanan Data Pribadi
Instagram Kemenkominfo.
Registrasi Kartu Prabayar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan jaminan keamanan data yang diberikan pelanggan jasa telekomunikasi prabayar saat melakukan pendaftaran ulang.

"Mengenai keamanannya Pemerintah telah mengeluarkan peraturan pemerintah tentang Perlindungan Data Pribadi pada bulan Desember 2016. Ini dipastikan semua data akan aman,” tandasnya dalam lama Kementerian Kominfo.

Penegasan mengenai hal itu juga disampaikan Dirjen Dukcapil, Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakhrullah.

(Baca: Kominfo: Jumlah Maksimal Registrasi Kartu, Bolehkah Gunakan KTP Orang Lain? )

Zudan mengatakan pihaknya memastikan pelanggan tidak bisa lagi memakai NIK atau nomor KK palsu untuk mengaktifkan nomor prabayar.

Pasalnya, Dukcapil telah memberi akses database kepada operator, sehingga bisa dipakai untuk mencocokkan NIK dan nomor KK yang didaftarkan pelanggan.

"Operator kami beri password untuk bisa mengakses dan mencocokkan data dengan kecepatan hingga 1 juta NIK per hari. Kalau sekarang dari enam operator rata-rata sudah mengakses 170.000 NIK per hari," ujar Zudan, seperti dikutip Kompas.com.

(Baca: Cara Cepat Registrasi dan Registrasi Ulang Kartu Prabayar Axis )

"Kami jamin operator hanya bisa melihat data saja, tidak mengubahnya. Karena akses yang diberikan berbeda. Data yang bisa dilihat nanti verifikasi NIK, nomor KK, nama, tempat tanggal lahir, serta alamat. Jadinya masing-masing nomor seluler, akan langsung terhubung ke NIK. Bisa diketahui data pemiliknya," imbuh Zudan.

(Baca: Cara Mudah Registrasi dan Registrasi Ulang Kartu Prabayar Telkomsel via Website )

Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai E-KTP tersebut.

Pasalnya masih ada alternatif lain untuk mengetahui NIK.

"Kalau sekarang misalnya belum ada E-KTP, tidak apa-apa. Karena NIK itu kan melekat ke orangnya, jadi NIK itu ada juga di KK," katanya.

"Sekarang bayi yang baru lahir pun langsung diberikan NIK, tapi dicantumkannya di KK. Nah, untuk yang belum punya E-KTP, bisa memakai NIK itu. Asal KK-nya ada," imbuhnya.

Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved