SMA Muhammadiyah Wakili Sambas Lomba Sekolah Sehat se-Kalbar
untuk SMA Muhammadiyah sebagai juara pertama kategori SMA akan mewakili
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Nasaruddin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - SMA Muhammadiyah Sambas akan mewakili Kabupaten Sambas dalam Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi Kalbar, setelah diumumkan menjadi Juara pertama kategori SMA Lomba Sekolah Sehat tingkat Kabupaten Sambas, Selasa (31/10/2017).
(Baca: Kancil BBK Tak Terbendung, Lolos Babak Delapan Besar Ekonomi Futsal )
Sedangkan juara pertama kategori SMP berhasil diraih SMPN 1 Sambas, kemudian tingkat SD diperoleh SDN 1 Mentawa Kecamatan Sambas serta untuk kategori Taman Kanak-kanak (TK) dijuarai oleh TK Pembina Sambas.
Sekda Kabupaten Sambas, Uray Tajudin mengungkapkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas akan mendukung penuh SMA Muhammadiyah, saat nantinya berkompetisi dengan sekolah-sekolah lain antar kabupaten/ kota Se-Kalbar.
(Baca: Penting Menunjang Aktivitas Outdoor, Ini yang Diperhatikan Saat Memilih Tas Carrier )
"Selamat kepada para juara, dan untuk SMA Muhammadiyah sebagai juara pertama kategori SMA akan mewakili kita pada event Lomba Sekolah Sehat kategori SMA se-Kalbar. Walau pun statusnya sekolah swasta, kita akan selalu dan tetap mendukung penuh mereka pada perlombaan berikutnya," ungkapnya, Selasa (31/10/2017).
(Baca: Diduga Gunakan Ijazah Palsu, 20 Guru Honda Diberhentikan )
Sekda menjelaskan, dalam Lomba Sekolah Sehat Kabupaten Sambas, penilaian yang dilakukan tim dewan juri mencakup berbagai hal.
Selain itu, menurutnya para pemenang telah meraih hasil maksimal dari berbagai upaya dan kerja kerasnya selama mengikuti perlombaan tersebut.
"Alhamdulillah, hari ini hasil dari seleksi dewan juri, para pemenang mendapatkan hasil atas upaya dan kerja keras mereka. Saya yakin, tim juri sudah sangat adil dan profesional dalam melaksanakan tugas mereka untuk memberikan penilaian," jelasnya.
(Baca: KPU Luncurkan Pilkada Sanggau 2018, Ini Harapan Paolus Hadi )
Uray Tajudin berpesan, untuk selanjutnya SMA Muhammadiyah harus kembali berfokus dan mempersiapkan berbagai hal dalam menghadapi penilaian oleh tim juri tingkat provinsi.
Untuk itu, Uray Tajudin berharap adanya kerjasama dari semua pihak, untuk dapat membantu dan mendukung, agar SMA Muhammadiyah dapat memenangkan Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi Kalbar.
"Tanggal 16 dan 17 November nanti, akan ada tim dari provinsi untuk melakukan penilaian. Mungkin ada beberapa hal yang sebelumnya belum disempurnakan, masih bisa disempurnakan oleh pihaknsekolah. Tetapi kita optimis ya, SMA Muhammadiyah akan bisa menjadi juara," ujarnya.
Sedangkan untuk sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Sambas, Uray Tajudin berpesan agar semakin termotivasi untuk dapat meraih prestasi sebagai sekolah sehat pada tahun depan.
"Jadi, tentunya semua sekolah pasti menginginkan menjadi juara, tapi untuk tampil menjadi juara itu perlu dipersiapkan. Terutama terkait kekompakan dan komunikasi yang baik antara guru, murid, lingkungan dan pemerintah daerah. Semoga ini menjadi motivasi bagi sekolah lain untuk gelaran yang sama di tahun mendatang," harapnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sambas, Lusyanah Kosasih Atbah yang merupakan tim penjurian lomba tersebut mengungkapkan, satu di antara yang menjadi kategori sekolah sehat adalah sekolah yang ramah anak.
"Sekolah sehat itu kan sekolah yang sehat, aman, ramah anak dan menyenangkan. Jadi kalau saya pikir, sekolah sehat itu bukan hanya sehat secara fisik yang menunjang kesehatan saja, tetapi juga faktor mentalnya perlu dipersiapkan. Jadi memang sekolah sehat ini sasarannya bukan cuma siswa, tetapi juga seluruh warga sekolah, termasuk gurunya, orangtuanya, serta warga sekitar," jelasnya.
Lusyanah berharap, di masa mendatang, sekolah sehat juga harus berdampak kepada sikap dan kebiasaan orangtua atau keluarga di rumah.
"Keluarga harus mendukung sekolah sehat, karena percuma diajarkan tentang kesehatan di sekolah, tapi di rumah keluarga tidak menunjang. Misalnya di sekolah mereka harus makan yang sehat, namun sebaliknya di rumah anak diasup dengan makanan instan dan jajanan yang tidak sehat," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sma-muhammadiyah-sambas_20171031_233723.jpg)