Generasi Milenial Penggerak Ekraf

Perputaran uang di industri kreatif tahun ini mencapai Rp 1000 triliun atau 5,76 persen pertumbuhannya...

Generasi Milenial Penggerak Ekraf
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Wali Kota Pontianak Sutarmidji menyampaikan sambutannya dalam penutupan Pameran Ekonomi Kreatif Pontianak 2017 di pelataran parkir Ayani Megamall, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (29/10/2017) malam. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pameran Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang digelar Pemkot Pontianak bekerjasama dengan Tribun Pontianak di Ayani Megamall 26-29 Oktober 2017 telah berakhir.

Dibanding dua event pameran ekraf sebelumnya, kali ini dinilai jauh lebih meriah.

Hal ini menurut Wali Kota Pontianak Sutarmidji yang menutup secara resmi pameran Minggu malam menunjukkan bahwa Ekonomi Kreatif Pontianak berkembang.

"Sebagai kota jasa, ekonomi akan jadi tulang punggung pendapatan masyarakat kita, dan kita harus rebut peluang itu. Tahun perputaran uang di industri kreatif tahun ini mencapai Rp 1000 triliun atau 5,76 persen pertumbuhannya," kata Midji mengutip Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI, Triawan Munaf .

Triawan di Jakarta, akhir pekan ini mengatakan, untuk lokal dari 16 subsektor ekraf, subsektor kuliner menyumbang paling besar, yakni 41,69 persen.

(Baca: Ekraf Tulang Punggung Pendapatan, Sutarmidji: Rebut Peluang Itu )

Disusul kemudian, fashion 18,15 persen, kriya 15,70 persen, televisi dan radio 7,78 persen, penerbitan 6,29 persen, arsitektur 2,30 persen, aplikasi dan game developer 1,77 persen.

Sisanya: periklanan, musik, fotografi, seni pertunjukan, desain produk, seni rupa , desain interior, film, dan desain komunikasi visual dibawah 0 koma sekian persen.

Midji mengungkapkan, kalau saja Pontianak bisa ambil setengah atau seperempat persen ini akan luar biasa. Ia pun memastikan ini akan bisa terwujud. Karena Pontianak punya kelebihan sektor industri kreatif yang tumbuh pesat yaitu kuliner yang menyumbang sebesar 34 persen. Kedua fashion 27 persen.
Industri kreatif itu sebagian besar ditopang oleh generasi milenial yang lahir pada tahun 1980an sampai 2000an. Mereka lahir dan tumbuh dengan nyaman dalam lingkungan serba digital. Melalui teknologi digital, generasi millennial tumbuh kreatif, berinovasi, dan membentuk ekonomi Indonesia. Perkembangan teknologi ini membawa perubahan pada gaya hidup, terutama bagi anak muda.
Melalui internet, berbagai aktivitas dalam kehidupan mereka menjadi lebih mudah. Mereka inilah yang disebut sebagai generasi millennial atau generasi digital native. Mereka merubah tatanan nilai dan gaya hidup selama ini menjadi serba digital. Generasi millennial ini juga menjadi yang terbesar di Indonesia pada tahun 2020.
Mengutip Yoris Sebastian dari OMG Consulting, pada 2020, jumlah usia produktif melonjak hingga 50-60 persen. Kini jumlah usia produktif 15-35 tahun sudah mencapai 40 persen. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia sejak Indonesia merdeka, satu generasi muda sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi di Indonesia. Untuk itu, kita harus benar-benar mendalami karakter dan gaya hidup mereka..
Tepat kiranya jika pemerintah, seperti disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan berupaya memanfaatkan karakter-karakter yang dimiliki oleh generasi milenial sebagai aset yang memberikan nilai tambah bagi aktivitas ekonomi. Dalam Seminar Hari Oeang di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/10), Sri Mulyani mengatakan generasi milenial memiliki tiga karakter, yaitu terhubung (connected), percaya diri (confident), dan kreatif
(creative).
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan bahwa tugas pemerintah adalah bagaimana membuat tiga karakter generasi muda tersebut menjadi aset, dalam bentuk aktivitas ekonomi yang bisa membuat masyarakat Indonesia menjadi makmur, sejahtera, dan adil, bukan menjadi sesuatu yang menciptakan malapetaka.
Pemerintah perlu menciptakan kondisi yang diperlukan agar generasi milenial dapat memiliki kapasitas intelektual untuk menjadi kreator yang menciptakan dan mewujudkan ide-ide menjadi produk luar biasa yang berarti bagi masyarakat.
Kabar gembiranya, melalui APBN, menurut Menkeu Sri Mulyani, pemerintah fokus memberikan kesempatan dalam hal investasi sumber daya manusia, kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan untuk mewujudkan kondisi yang diperlukan tersebut. (*)

Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved