Jarot Sampaikan Empat Arahan Presiden Mengenai BUMDes

Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan sambutan pada pelatihan manajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Tayang:
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan sambutan pada pelatihan manajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Hotel Sartika Puri Sintang, Jumat (27/10/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan sambutan pada pelatihan manajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Hotel Sartika Puri Sintang, Jumat (27/10/2017) siang.

Peserta kegiatan ini berjumlah 140 orang. Peserta terdiri dari Kades dan manajer BUMDes yang telah memiliki peraturan desa tentang BUMDes.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari 26-27 Oktober 2017. Narasumber pada kegiatan ini dari Dinas terkait, dari Bagian Hukum Setda Sintang, Dinas Pemberdayaan masyarakat dan desa provinsi Kalbar, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah dan dari pihak perbankan.

Kegiatan ini akan membahas mengenai, gambaran umum BUMDes, pembentukan dan pengelolaan BUMDes, pemberdayaan BUMDes, dan manajemen BUMDes.

“Pendirian BUMDes satu bagian dari 4 arahan dari bapak presiden. Dana yang dikucurkan pemerintah pusat dalam bentuk desentralisasi dan demokratisasi desa tidak akan menjadi apa-apa bila tidak diolah,” kata Jarot.

(Baca: Bentuk Kelompok Masyarakat Tanggap Banjir di Sintang )

Empat arahan presiden Jokowi mengenai Produk unggulan desa (Prudes), Badan Usaha milik desa (BUMDes), embung dan sasarana olahraga desa.

Jarot memaparkan satu persatu mengenai hal tersebut. Keempat hal tersebut menjadi ujung tombak dari nawacita presiden membangun dari pinggiran.

“Tujuan dikucurkan dana ini untuk, pertama penguatan kelembagan pemerintahan desa, kedua penguatan pemberdayaan masyrakat desa, selanjutnya pembenahan insfrastruktur desa, serta memperluas dan menciptakan lapangan pekerjaan,” papar Jarot.

Cara yang tepat menurutnya mencapai tujuan ini dengan mengolah produk unggulan di masing-masing desa melalui BUMDes ini.

Pada kesempatan ini juga orang nomor satu di Sintang itu menanyakan perkembangan program pemberdayaan di desa-desa kepada para peserta yang hadir.

Ia juga mengingatkan pada 7 desa di tujuh kecamatan yang menjadi percontohan pada tahun 2018 melalui program pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat (P2-Emas).

Kegiatan ini mengusung tema, ‘meningkatkan, mengoptimalkan dan menciptakan perekonomian desa dalam pengelolaan potensi ekonomi desa’. Kegiatan ini diperuntukkan bagi penasehat Bumdes, kepala desa dan manajer BUMDes.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Hotler Panjaitan menyampaikan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan pemahaman dan wawasan penasehat dan manajer BUMDes

Misalnya dalam melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing. Tujuan lainnya, mengoptimalkan peran kepala desa dalam memanfaatkan seluruh potensi sumber daya lokal desa.

“Untuk menambah pengetahuan kades sebagai penasehat BUMDes dalam menumbuhkan prakarsa dan kreatifitas masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya dan potensi lokal melalui BUMDes,” kata Hotler.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved