Diskumindag Pastikan Isu Garam Mengandung Kaca Tidak Benar

Kami lakukan pengecekan lagi dengan menyaring, tidak ditemukan adanya endapan di kertas saring

Diskumindag Pastikan Isu Garam Mengandung Kaca Tidak Benar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / TITO RAMADHANI
Kabid Perdagangan Diskumindag Sambas, Nisa Azwarita memegang garam beryodium Cap Perahu Garam, saat konferensi pers bersama Direktur CV Inti Nanvia, Diskes Sambas, BBPOM Pontianak, Satpol PP Sambas dan Polres Sambas, di Kantor Diskumindag Sambas, Kamis (26/10/2017). Garam tersebut dipastikan layak dikonsumsi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kabid Perdagangan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Sambas, Nisa Azwarita menegaskan, dengan telah diterimanya hasil pengujian laboratorium dari BBPOM Pontianak, yang menyatakan garam beryodium Cap Perahu Garam produksi CV Inti Nanvia, layak dikonsumsi, maka warga masyarakat tak perlu lagi meragukan produk tersebut.

"Jadi isu mengenai garam cap Perahu Garam ini mengandung serbuk kaca, itu tidak benar. Karena sesuai hasil uji lab BBPOM Pontianak yang telah diterima, kesimpulannya memenuhi syarat terhadap parameter yang diuji, jadi layak konsumsi dan aman," ungkapnya saat konferensi pers bersama Direktur CV Inti Nanvia, Diskes Sambas, BBPOM Pontianak, Satpol PP Sambas dan Polres Sambas, di Kantor Diskumindag Sambas, Kamis (26/10/2017).

(Baca: Tak Ada Laporan, Ini Ancaman Saber Pungli Tingkat Kabupaten dan Kota di Kalbar )

Kepala Bidang Pengujian Pangan, Bahan berbahaya dan Mikrobiologi BBPOM Pontianak, Yanuarti menambahkan, dengan adanya isu yang sama beberapa waktu yang lalu, pihaknya juga telah melakukan uji laboratorium terhadap garam-garam yang beredar di pasaran, dari berbagai merek dan produsen.

"Memang saat beredarnya isu ada serbuk kaca pada garam. Kami melakukan uji lab dengan melarutkan sampel-sampel garam dari berbagai merek dan produsen. Kami larutkan dan setelah itu disaring kembali cairannya dan ternyata tidak ada yang ditemukan adanya kaca seperti diisukan selama ini," terangnya.

Yanuarti menjelaskan, jika memang dari warga masyarakat ada menemukan endapan kristal keras dari uji coba pelarutan garam secara mandiri.

(Baca: Ditangkapnya Pemilik Senpi Rakitan Karena Dicurigai Sebagai Pengedar Narkoba )

Hal tersebut tentunya harus dilihat terlebih dahulu, bisa saja itu merupakan endapan yang dibawa dari wadah yang digunakan, atau memang endapan dari garam yang mengeras, sehingga kristal yang terdapat pada garam tersebut bukanlah bahan berbahaya, melainkan garam yang butuh waktu yang lebih lama untuk dilarutkan.

"Kami telah lakukan pelarutan dan disaring kembali dan tidak ditemukan kaca. Kami lakukan pengecekan lagi dengan menyaring, tidak ditemukan adanya endapan di kertas saring. Jadi semua adalah murni garam," jelasnya.

Perbedaan kadar air pada garam dalam setiap kemasan yang berbeda, menurutnya termasuk juga mempengaruhi tingkat kekerasan garam, namun masih memenuhi syarat kelayakan.

"Tapi kalau bahan baku garam impor memang lebih kering, jadi bentuknya memang seperti kristal putih dan keras. Bisa saja ada yang agak lama larutnya. Karena persoalan kadar air dan bentuknya yang berbeda, tapi dia tetap larut semua walau dalam waktu yang agak lama. Nah, jadi terkait garam merek Perahu Garam ini, produknya juga sudah terdaftar dan aman dikonsumsi," paparnya.

Ditambahkannya, BPOM Pontianak juga rutin melakukan pemeriksaan, terhadap sampel-sampel garam yang diproduksi di Kalbar.

"Secara periodik, sarana tempat produksi juga kita selalu lakukan pemeriksaan. Jika ada ditemukan, akan diberikan teguran, semacam pembinaan terlebih dahulu oleh Balai Besar POM Pontianak,"sambungnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved