Breaking News:

Pilkada Serentak

Tanggapi Pernyataan Polri, Bawaslu Yakin Pilkada Kalbar Aman

Ruhermansyah menuturkan konflik tidak akan terjadi jika hal-hal yang mengarah terhadap pelanggaran tidak akan terjadi.

Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Claudia Liberani
Ketua Bawaslu Kalbar, Ruhermansyah 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Meski hasil pemetaan daerah rawan konflik yang dikeluarkan Polri menyebutkan Kalbar, termasuk satu dari tiga daerah yang berpotensi terjadi konflik ketika Pilkada, ketua Bawaslu Kalbar, Ruhermansyah tetap optimis hal tersebut tidak akan terjadi. 

"Kami yakin dengan evaluasi dan hasil dari tahun 2015 insya Allah, konflik tidak akan terjadi. Kita ambil hal positif, dengan adanya pemetaan rawan konflik dari pihak polri kita lebih waspada diri, tidak lengah," katanya, Kamis (26/10/2017). 

(Baca: Puluhan Mahasiswa Poltesa Ikut Kajian Islami )

Dalam melakukan pemetaan konflik, Polri menggunakan indokator dan variabel tersendiri yang berbeda dengan yang digunakan Bawaslu dan KPU.

Dia menyampaikan Bawaslu juga sedang melakukan pemetaan, namun yang dipetakan adalah suatu daerah atau wilayah yang rawan terhadap pelanggaran, bukan konflik. 

Ruhermansyah menuturkan konflik tidak akan terjadi jika hal-hal yang mengarah terhadap pelanggaran tidak akan terjadi. 

"Tapi kita tidak boleh lengah, ini adalah peringatan dini terhadap kita agar kita bisa mencegah hal-hal yang mengarah pada pelanggaran, perbuatan yang melanggar ketentuan perundang-undangan, masyarakat harus sadar semua agar tidak mudah terpancing, kita harapkan partai politik dan pasangan calon agar tidak melakukan kampenye dengan black campaign. Kita yakin Kalbar akan aman dari konflik pemilu," pungkasnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved