Produksi Garam Berbahan Baku Lokal dan Impor, Inilah Penjelasan dari CV Inti Nanvia

Bahan baku dari Australia itu cenderung kering dan keras. Kalau untuk masak atau untuk apa, itu memang agak lambat larutnya.

Produksi Garam Berbahan Baku Lokal dan Impor, Inilah Penjelasan dari CV Inti Nanvia
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / TITO RAMADHANI
Dua jenis produk garam Cap Perahu Garam. Satu berbahan baku lokal cenderung berwarna gelap dan satu lainnya berbahan baku impor cenderung putih. Dua kantong dibawahnya adalah bahan baku yang digunakan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Direktur CV Inti Nanvia, The Khoen Nam mengungkapkan, ada dua jenis bahan baku yang digunakan oleh pihaknya hingga menjadi garam yang saat ini beredar di masyarakat, yakni bahan baku lokal dan bahan baku impor dari Australia.

"Bahan baku dari Australia itu cenderung kering dan keras. Kalau untuk masak atau untuk apa, itu memang agak lambat larutnya. Garam kami yang berbahan baku impor itu, baru akan larut setelah 10 sampai 15 menit," ungkapnya.

Dijelaskannya, untuk memproduksi garam Cap Perahu Garam, CV Inti Nanvia menggunakan bahan baku dari Australia sejak sekitar setahun terakhir.

Sehingga tidak heran, jika ada produk garam Cap Perahu Garam dengan kualitas yang sedikit berbeda di pasaran.

Namun ia menegaskan, kedua produk dengan merek yang sama, Cap Perahu Garam, tetap aman dikonsumsi.

(Baca: Beredar Isu Garam Cap Perahu Mengandung Kaca, Ini Yang Dilakukan Diskumindag Sambas )

"Pada tahun 2016 di Indonesia, satu tahun gagal panen garam, tidak ada sama sekali hasilnya. Jadi bahan baku garamnya terpaksa diimpor oleh pemerintah Indonesia. Untuk tahun ini juga, gagal panen juga. Jadi tahun 2018 nanti, masih tetap impor," jelasnya.

Pria yang akrab disapa Anam ini menerangkan, alasan kenapa perusahaannya tidak menggunakan bahan baku dari lokal saja.

"Karena bahan baku lokal hasilnya cenderung berwarna hitam dan jelek. Sedangkan dari bahan baku impor di Australia, hasilnya bersih dan putih,"

Halaman
12
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved