Khoen Nam Tegaskan Garam Cap Perahu Garam Aman Dikonsumsi

Sehingga ia meminta, warga masyarakat tidak perlu khawatir. Pihaknya menjamin produk garam dari perusahaannya aman dikonsumsi.

Khoen Nam Tegaskan Garam Cap Perahu Garam Aman Dikonsumsi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / TITO RAMADHANI
Direktur CV Inti Nanvia, The Khoen Nam menunjukkan berita acara pemeriksaan sarana produksi CV Inti Nanvia, produsen garam Cap Perahu Garam yang dikeluarkan oleh Badan POM RI pada 19 Oktober 2017. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Direktur CV Inti Nanvia, The Khoen Nam atau yang akrab sapa Anam Garam mengungkapkan bahwa bahan baku garam yang diproduksi perusahaannya berasal dari PT Garam.

"Dari bahan baku ini, tidak mungkin garam dari perusahaan kami yang mengandung kaca atau tidak bisa dikonsumsi, itu kan tanggungjawab kami selaku distributor. Jadi kami terima bahan baku atau bahan jadi dari PT Garam, setiap kami menggunakan kami ada laboratorium sendiri," ungkap Anam, Senin (23/10/2017).

(Baca: Produksi Garam Berbahan Baku Lokal dan Impor, Inilah Penjelasan dari CV Inti Nanvia )

Dijelaskan Anam, untuk menjaga kualitas produk perusahaannya, dalam setiap 3 bulan sekali produk garam pihaknya diuji Balai POM dan Baristand. Dia memastikan seluruh kebersihan dan kualitasnya harus memenuhi syarat dapat dikonsumsi dan tidak mengganggu kesehatan.

"Kalau tidak, SNI dan MD kami bisa dicabut. Jadi beberapa hari yang lalu kami menerima berita, produk garam kami Cap Perahu Garam yang beredar di Kabupaten Sambas ada bercampuran kaca. Kami kaget, jadi pada awal kebetulan kemunculan isu ini, Balai POM pada tanggal 19 Oktober 2017, pas mengaudit kami. Seluruh garam sudah diperiksa, ada buktinya itu, semua bagus, sehat dan baik. Jadi, sedangkan kami diaudit Balai POM semua bagus, kok tiba-tiba ada kabar garam kami yang beredar bercampur kaca. Jadi ini ada pihak ketiga yang akan merusak nama baik produk kami," jelasnya.

Dua jenis produk garam Cap Perahu Garam. Satu berbahan baku lokal cenderung berwarna gelap dan satu lainnya berbahan baku impor cenderung putih. Dua kantong dibawahnya adalah bahan baku yang digunakan.
Dua jenis produk garam Cap Perahu Garam. Satu berbahan baku lokal cenderung berwarna gelap dan satu lainnya berbahan baku impor cenderung putih. Dua kantong dibawahnya adalah bahan baku yang digunakan. 

Ada juga yang melapor ke pihaknya, namun setelah pihaknya meminta untuk ditunjukkan buktinya, ternyata tidak ada.

"Bukti tidak ada, hanya ngomong saja. Kemudian ada yang melapor. Siapa yang melapor, alamat di mana, mereka juga tidak bisa tunjukkan siapa yang melapor dan barang buktinya. Jadi ini hanya sepihak, hanya ngomong lalu berkembang menjadi isu saja. Bahkan ada diisukan mau disweeping, barang yang beredar semua mau ditarik. Barang kami kalau tidak sehat, itu harus terbukti. Kemudian kami ada MD dan SNI, kalau kualitasnya tidak baik, itu harus dikirim ke Balai POM atau Baristand, jika terbukti tidak baik, Balai POM dan Baristand memerintahkan kami menarik produk yang beredar, pasti kami segera tarik. Jadi untuk kasus yang dilaporkan ini, menurut kami tidak terbukti dan tidak benar, ada pihak tertentu yang ingin merusak nama baik produk kami, agar produk kami tidak bisa dijual di Sambas," terangnya.

Kejadian pencemaran nama baik seperti ini, menurut Anam sudah kerap dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Sehingga ia meminta, warga masyarakat tidak perlu khawatir. Pihaknya menjamin produk garam dari perusahaannya aman dikonsumsi.

"Kami sudah mendapatkan sertifikat dari Badan POM, sertifikat dari Baristand, ada sertifikat halal," tandasnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved