Ketua DPRD Pontianak Satarudin Siap Selesaikan Kemelut Di DPRD
Ia berkomitmen untuk membangun Kota Pontianak dan menyelesaikan setiap dinamika yang ada.
Penulis: Syahroni | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Satarudin menanggapi batalnya Sidang Paripurna tentang Pidato Walikota Pontianak terhadap Nota Keuangan dan Rancangan Perda Kota Pontianak tentang APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2018 karena tidak kourum akibat banyaknya anggota dewan yang mangkir.
Satar menuturkan selaku ketua ia akan menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi.
Ia berkomitmen untuk membangun Kota Pontianak dan menyelesaikan setiap dinamika yang ada.
(Baca: Sidang Paripurna Tak Kuorum, Sutarmidji: Dewan Merajuk )
"Yang jelas ini berjalan, cuman ada beberapa hal yang mungkin masih menjadi kendala sehingga masih belum nyambung," ucap Satarudin saat diwawancarai setelah sidang dinyatakan batal karena dari 45 anggota DPRD hanya sekitar 10 anggota yang hadir, Senin (23/10/2017).
Ia menegaskan selaku pimpinan setiap persoalan akan segera diselesaikan.
"Sebagai pimpinan kita berkomitmen untuk menyelesaikan setiap persoalan yang ada. Apalagi diberi amanah maka kita harus selesaikan," ungkap Satar.
(Baca: Kamu Wajib Tahu! Ternyata, Ini Sejarah Perubahan Beberapa Nama Jalan di Pontianak )
Terjadinya dinamika sehingga paripurna dibatalkan menurut Satara itu biasa tejadi, terpenting bagaimana cara menghadapinya.
Marahnya Wali Kota Pontianak, Sutarmidji terhadap para anggota dewan yang tidak mau hadir saat pelaksanaan paripurna, Satar akan mengecek dan mendalami persoalan yang terjadi mengapa para anggota DPRD tidak mau hadir.
"Kita akan cek lah, mengenai ini dan kita akan segera selesaikan persoalan yang ada. Mita semua tentu berkomitmen membangun kota ini, Saya pribadi selaku wakil rakyat tentu tidak mau persoalan akan berlanjut dan mengganggu kedepannya," tegas Satar.
Sebelumnya Wali Kota Pontianak, Sutarmidji meradang dengan tidak hadirnya para wakil rakyat di Sidang Paripurna, dan Midji mengira kalau para wakil rakyat tersebut tidak mau hadir karena ia tidak menyetujui ajuan oara anggota DPRD terhadap anggaran transportasi yang mencapai belasan juta perbulannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ketua-dprd-pontianak-satarudin_20171023_201344.jpg)