Kejati Panggil 11 Kades Kubu Raya Terkait Kasus Tipikor BBM Subsidi

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar, baru-baru ini telah memanggil 11 kepala desa dari Tiga kecamatan di Kabupaten Kubu Raya

Kejati Panggil 11 Kades Kubu Raya Terkait Kasus Tipikor BBM Subsidi
MATANEWS/LUWARSO
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar, baru-baru ini telah memanggil 11 kepala desa dari Tiga kecamatan di Kabupaten Kubu Raya, terkait tindak pidana korupsi penyaluran BBM bersubsidi.

Kesebelas kepala desa tersebut telah memenuhi pemanggilan langsung dari kejati untuk yang ke tiga kalinya.

Kabag Hukum Kubu Raya, Hudiyanto membenarkan adanya pemanggilan terhadap 11 kepala desa dari tiga kecamatan di Kabupaten Kubu Raya. Pemanggilan, sifatnya merupakan kewenangan dari penyidik, karena kasusnya adalah pidana.

"Memang betul ada sejumlah kepala desa di Kubu Raya mendapat pemanggilan dari Kajati sebagai saksi terkait kasus penyaluran BBM bersubsidi," katanya saat dikofirmasi tribun pontianak, Minggu (22/10/2017).

(Baca: Humas Polri : Densus Tipikor Diarahkan Agar Korupsi Tidak Ada )

Ia menyebutkan dari kesebelas kepala desa itu, merupakan 2 dari Teluk Pakedai 1 dari Kubu dan 8 dari Batu Ampar. Statusnya sebagai saksi semuanya, dalam penyaluran bbm subsidi, di tiga kecamata.

"Paling banyak memang dari Kecamatan Batu Ampar," ungkap Hudi.

Menurut Hudi, sesuai aturannya, untuk jenis kasus pidana terhadap kepala desa pihak pemerintah daerah tak bisa melakukan pendampingan. Sebab, murni merupakan pidana.

"Kita tidak bisa melakukan pendampingan hukum. Kecuali menyangkut pelaksanaan kebijakan bupati yaitu seperti kasus perdata dan gugatan atas bupati," tegasnya.

Makanya untuk pemanggilan tidak perlu lagi ijin dari bupati. Karena merupakan kewenangan dari penyidik. Hanya saja, untuk membangun komunikasi yang baik, jadi meminta kepada bupati menghadirkan kepala desa.

"Jadi kemarin itu pemanggilan yang ketiga untuk 11 kepala desa, karena terlalu mepet waktunya jadi kita minta diagendakan kembali pemanggilannya," pungkasnya.

Penulis: Madrosid
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved