Berkunjung ke Pelabuhan Seng Hie, Melihat Pontianak Dari Sisi Lain

Deru angin dan gemericik air menyatu dengan hiruk pikuk aktivitas bongkar muat di pelabuhan Seng Hie.

Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/CLAUDIA LIBERANI
Suasana pelabuhan bongkar muat Seng Hie di sore hari 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Deru angin dan gemericik air menyatu dengan hiruk pikuk aktivitas bongkar muat di pelabuhan Seng Hie.

Pelabuhan ini adalah pelabuhan bongkar muat tertua di Kalimantan Barat dan telah ditetapkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat sebagai satu dari cagar wisata yang terdapat di Kota Pontianak.

Sebagai cagar wisata, pelabuhan Seng Hie menjadi tujuan wisata bagi orang-orang yang ingin mengetahui kepingan sejarah di Kota Pontianak. Satu dari pengunjung yang melihat-lihat pelabuhan Seng Hie adalah Isa Oktaviani (22).

Mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura ini mengatakan kunjungannya ke pelabuhan Seng Hie adalah untuk melihat langsung peninggalan sejarah yang ada di Pontianak. Dia menenteng kameranya untuk mengambil beberapa video suasana di sekitar pelabuhan.

"Sebagai kota yang dilintasi Sungai Kapuas, saya rasa sangat penting untuk mengetahui sejarah pelabuhan Seng Hie. Ternyata dulu perniagaan Pontianak sangat berkembang, dan ada pelabuhan yang memiliki nilai sejarah tinggi seperti pelabuhan Seng Hie ini," katanya, Sabtu (21/10/2017).

(Baca: Menilik Sejarah Pelabuhan Seng Hie di Kota Pontianak )

Menurutnya pelabuhan Seng Hie, Sungai Kapuas, dan Kota Pontianak adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan, nilai historis yang terdapat di dalamnya sangat istimewa.

"Sekarang kan pemerintah kota sudah semakin peduli pada kebersihan Sungai Kapuas, karena kan Sungai Kapuas sudah dijadikan tempat wisata. Nah menurut saya wisatawan akan semakin ramai kalau kita bisa mengemas nilai-nilai historis yang terdapat di sekitar sungai ini, seperti pelabuhan Seng Hie misalnya. Berkunjung ke pelabuhan ini tidak hanya mengetahui sisi historis pelabuhan Seng Hie, tapi juga ada bangunan lain seperti rumah Theng Seng Hie yang ternyata sekarang menjadi bangunan gereja Gembala Baik," tuturnya.

Menurutnya keberadaan pelabuhan Seng Hie sudah diketahui banyak orang, namun tidak banyak yang tahu jika ada sejarah panjang di baliknya.

"Saya berharap publikasi tentang sejarah pelabuhan ini semakin banyak dan ramai. Karena penting sekali, pelabuhan ini sampai sekarang masih menjadi urat nadi perekonomian masyarakat dan perjalanannya panjang. Mulai dari zaman Hindia Belanda sampai sekarang masih bertahan, kita beruntung sekali masih bisa melihat pelabuhan ini secara langsung, tidak hanya bisa kita ketahui melalui tulisan. Saya rasa pelabuhan ini bisa jadi tempat wisata yang dikenal banyak orang kalau publikasinya lebih gencar," jelasnya.

Menurutnya mengunjungi pelabuhan Seng Hie adalah cara lain untuk mengenal Kota Pontianak. Mengunjungi Pelabuhan Seng Hie membuatnya menyadari betapa pentingnya sungai dalam perkembangan perekonomian masyarakat Pontianak.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved