Berkah Hari Pangan Sedunia

Dengan begitu, kita bisa membuktikan bahwa daerah perbatasan Indonesia bisa menghasilkan komoditas pangan

Berkah Hari Pangan Sedunia
Presiden Jokowi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hari Pangan Sedunia (HPS) tahun 2017 ini membawa berkah bagi Kota Pontianak dan Kalbar pada umumnya. Karena peringatan Hari Pangan Sedunia kali ini yang dipusatkan di Kalimantan Barat memberikan multiflier effek bagi masyarakat Kalbar dan industri perhotelan di Pontianak.

Seperti kita tahu, HPS dijadikan tradisi masyarakat dunia sejak tahun 1981, berdasarkan keputusan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) tahun 1979.

HPS yang dijadwalkan berlangsung pada 19-22 Oktober 2017 di Markas Kodam XII/ Tanjungpura, Kubu Raya, Kalimantan Barat dan akan dibuka Menteri Pertanian Amran Sulaiman hari Kamis ini menjadi berkah, terutama bagi industri perhotelan di Pontianak. Apalagi dijadwalkan Presiden RI Joko Widodo, juga hadir, membuat hunian kamar hotel kelas melati hingga bintang empat di Pontianak full booked.

Para tamu sudah memesan kamar sejak 16 Oktober 2017 hingga 21 Oktober 2017. General Manager Aston Hotel Pontianak and Convention Center, Anto W Soemartono mengatakan saat ini tingkat hunian sudah mencapai 100 persen. Sejak tanggal 16,17 sudah full, customer yang merupakan peserta Hari Pangan Sedunia sudah mulai berdatangan," ujar Anto saat dihubungi Tribun pada Rabu (18/10).

Kehadiran pengunjung tak hanya memberikan dampak kepada perhotelan tetapi bisnis lainnya. "Harapan kita lebih sering digelar event yang bisa menarik dan berskala besar. Karena selain menambah semaraknya kota, ramainya hotel dengan tamu-tamunya pasti akan ada mutiplayer efeknya kepada seluruh masyarakat.

Dari taksi, restauran, cafe, suvenir dan lainnya," ujarnya. Jika setiap tahun ada kegiatan seperti ini, tentu sangat memberikan nilai plus untuk industri perhotelan di Kalbar dan juga pariwisata.

Pantauan Tribun, tingkat hunian di hotel melati rata-rata juga full booked. Hotel Merpati di Jalan Imam Bonjol Pontianak yang memiliki 119 kamar misalnya sudah penuh hingga 22 Oktober. Tak jauh berbeda, Hotel Royal 95 di Jalan Imam Bonjol juga sudah penuh dibooking.

Resepsionis hotel menyebutkan kamar yang penuh berkaitan dengan kegiatan hari pangan sedunia dan rencana kedatangan Presiden Joko Widodo ke Kalbar.

Dari moment HPS 2017 diharapkan juga bisa mengangkat potensi komoditas pangan Provinsi Kalbar ke tingkat nasional. Karena seperti disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, pemilihan Kalimantan Barat sebagai tuan rumah antara lain lantaran provinsi itu mencatat surplus padi hingga 300.000 ton.

Selain itu, sejalan dengan program kerja Presiden Joko Widodo yang di tahun ketiganya ini berfokus pada pemerataan. "Jadi kita ambil daerah perbatasan Indonesia dan Malaysia. Dengan begitu, kita bisa membuktikan bahwa daerah perbatasan Indonesia bisa menghasilkan komoditas pangan," jelas Agung.

Kegiatan yang digelar meliputi pembukaan dan pameran (indoor dan outdoor), tur diplomatik, berbagai perlombaan, panen padi, dan ekspor beras di Desa Tunggal Bhakti, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau ke Malaysia dalam rangka pengembangan lumbung pangan di perbatasan oleh Presiden Jokowi. Selain itu juga Seminar World Food Day 2017 dengan tema "Menggerakkan Generasi Muda untuk Membangun Pertanian di Wilayah Perbatasan".

Juga tur diplomatik yang diikuti duta besar, diplomat, dan organisasi internasional. Tur diplomatik dimaksudkan untuk mempererat hubungan diplomatik dan upaya memperkenalkan budaya Indonesia di tingkat internasional serta menarik investasi dari luar negeri untuk pembangunan pertanian.

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2017 tingkat nasional yang dipusatkan di Kalbar menjadi saat yang tepat untuk berkontemplasi bagi anak bangsa yang mengusung semangat reformasi nasional menuju masa depan kedaulatan pangan yang lebih baik. Untuk membangun kedaulatan pangan itu sesungguhnya bukan sesuatu yang sulit mengingat alam dan iklim di Indonesia sangat mendukung. Diperlukan political will yang kuat dari pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkannya. (*)

Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved