Peduli Penyakit Kanker, Kejari Sintang Wadahi Ibu-ibu Dapatkan Materi Deteksi Dini

Dibantu dua orang dokter spesialis penyakit kanker, pihaknya mengundang puluhan ibu-ibu untuk mendapatkan edukasi.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Kegiatan Deteksi Dini Wujudkan Wanita Indonesia Bebas Kanker Serviks dan Payudara yang dilaksanakan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sintang, Rabu (18/10/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sintang, Syahnan Tanjung menyampaikan bahwa pihaknya sangat peduli terhadap penyakit kanker payudara dan kanker serviks yang cukup banyak diderita oleh wanita namun belum disadari tanda-tandanya.

Oleh karena itu, di tahun 2017 ini, pihaknya bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Sintang mewujudkan kepedulian tersebut dalam bentuk kegiatan Deteksi Dini Wujudkan Wanita Indonesia Bebas Kanker Serviks dan Payudara.

Dibantu dua orang dokter spesialis penyakit kanker, pihaknya mengundang puluhan ibu-ibu untuk mendapatkan edukasi.

Bahkan pihaknya memfasilitasi pemeriksaan gratis untuk mengetahui ada tidaknya bibit-bibit kanker.

"Kejari Sintang membantu untuk memeriksa itu secara gratis untuk ibu-ibu yang masuk dalam Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Sintang, maupun ibu-ibu dari lembaga atau ikatan lainnya yang hadir pada hari ini," ujarnya, Rabu (18/10/2017) siang.

(Baca: Tingkat Isian Full, Garuda Tambah 6 Flight Jurusan Pontianak, Sintang dan Ketapang )

Lanjutnya bahwa penyakit kanker payudara dan kanker serviks memang akan sulit disembuhkan jika saat diketahui sudah terlambat. Makanya dengan deteksi dini, pihaknya berharap ibu-ibu yang menjadi peserta hari ini bisa mengamalkan ilmunya.

"Deteksi dini ini kita harapkan pertama dia sadar, kemudian dia kemudian menyadarkan kepada kerabatnya, temannya, atau masyarakat di sekitarnya. Nah kalau sudah tau, kemudian upaya preventif itu dilakukan," jelasnya.

Menurutnya memang kanker payudara dan kanker serviks bukanlah penyakit yang dapat disembuhkan dengan seketika. Memang harus ada upaya terus menerus agar penyakit ini dapat dicegah, diobati, bahkan disembuhkan.

"Makanya akan kita usahakan memberikan materi dari narasumber. Tentu untuk mendeteksi penyakit ini diidap oleh ibu-ibu atau keluarganya. Dampaknya kemudian ibu-ibu tahu preventif apa yang dilakukan untuk mengobati," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved