Bantuan Teknologi Pertanian Tak Pernah Tembus ke Daerah Pedalaman

Bantuan pertanian dari Pemerintah termasuk aspirasi anggota dewan di daerah dan pusat diharapkan disalurkan sampai ke pedalaman.

Penulis: Subandi | Editor: Rizky Zulham
IST
Bupati Ketapang, Martin Rantan menyaksikan demontrasi penggunaan alat pertanian di BPP Nanga Tayap. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Bantuan pertanian dari Pemerintah termasuk aspirasi anggota dewan di daerah dan pusat diharapkan disalurkan sampai ke pedalaman.

Ini diungkapkan Ketua Majelis Adat Budaya Tionghua (MABT) Ketapang, Susilo Aheng. 

Lantaran menurutnya selama ini bantuan pertanian khususnya dari aspirasi DPR RI tak adil di Ketapang. Sebab masyarakat yang mendapatkan atau diberi bantuan hanya di dekat Kota Ketapang.

Sedangkan masyarakat pedalaman yang memang membutuhkan banyak tak pernah mendapatkannya. 

"Hanya masyarakat  yang dekat kota dibantu sedangkan di daerah hulu nol," kata Susilo kepada awak media di Ketapang, Rabu (18/10/2017). 

"Bantuan teknologi pertanian tidak pernah tembus ke daerah pedalaman. Saat saya berkunjung ke daerah pedalaman. Saya tidak pernah menemukannya," lanjut putra kelahiran Kecamatan Hulu Sungai ini.

(Baca: Produk Pertanian Punya Prospek Cerah, Ini Tantangan Pemuda )

Pada hal ia menegaskan bantuan pertanian untuk masyarakat pedalaman lah yang sangat penting. Terlebib kalau Pemerintah mau mensukseskan program Indonesia termasuk Ketapang bebas asap. 

Khususnya ketika menghadapi dan saat terjadi kemarau di derah-daerah pedalaman Ketapang. Menurutnya Pemerintah harus sejak dini mensosialisasikan dan membantu masyarakat pedalaman. 

Misalnya bagaimana cara mengatasi ladang berpindah dan beralih ke sawah permanen. Sebab ladang berpindah lah yang otomatis masih ada aktivitas membakar lahan. 

"Jadi teknologi pertanian harus disosialisasikan kepada masyarakat pedagang. Kemudian sejak dini harus digalakan mesin pembajak sawah. Serta program pengairan terhadap petani di pedalaman. Sehingga mereka tak lagi berladang berpindah-pindah,” ungkapnya. 

Ia menambahkan masyarakat pedalaman juga sangat berharap infrastruktur  pertanian  bisa menjangkau pedalaman. Lantaran kalau hanya menggunkan tenaga manual sangat tidak efektif. Sehingga pasti masyarakat  tetap memilih ladang  berpindah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved