Angka Kemiskinan di Sintang Meningkat, Apa Langkah Pemerintah?

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Henri Harahap mengatakan angka kemiskinan di Kabupaten Sintang pada 3

ISTIMEWA
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Henri Harahap pada Kegiatan Sosialisasi Lokakarya P2-Emas mulai 17-19 Oktober 2017 di Ballroom Lantai 3 Hotel My Home Sintang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Henri Harahap mengatakan angka kemiskinan di Kabupaten Sintang pada 3 tahun terakhir meningkat sebesar 0,7%.

“Untuk tahun 2016 mencapai 10,07% dari total penduduk di Kabupaten Sintang, hal ini menunjukan persoalan sangat krusial dan kita perlu kerja keras untuk melakukan dan menurunkan angka kemiskinan serta bersama-sama mengupayakan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," katanya, Rabu (18/10/2017) pagi.

(Baca: Kesal Ditilang, Oknum Pegawai Kontrak Dinas PU Matikan Aliran Air Bersih ke Asrama Polisi )

Menurut Henri bahwa persoalan tingkat kesejahteraan masyarakat merupakan persoalan yang sangat perlu diperhatikan dan hampir rata-rata semua Kabupaten/Kota se-Indonesia.

"Termasuk Kabupaten Sintang, hal ini disebabkan oleh kondisi ekonomi nasional yang belum stabil, juga kondisi ketertinggalan suatu daerah yang masih cukup tinggi untuk di Kabupaten Sintang," katanya.

(Baca: Diimbangi Siginjai Sakti FC, Begini Peluang Gabsis Melaju ke Fase Berikutnya )

Dikatakannya saat ini Pemerintah Kabupaten Sintang menunjuk 7 Desa sebagai sasaran dan tujuan pelaksanaan P2-Emas.

"Desa Pakak Kecamatan Kayan Hilir yaitu budidaya tanaman cabe, Desa Solam Raya Kecamatan Sungai Tebelian yaitu budidaya perikanan, Desa Binjai Kecamatan Binjai Hulu sebagai peternak sapi, Desa Mentajoi Kecamatan Serawai itu kerajinan rota, Desa Bekuan yaitu petani lada, Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai yaitu tenun ikat khas Sintang, dan Desa Temawang Muntai Kecamatan Sepauk yaitu budidaya tanaman holtikultura," tambahnya.

(Baca: Desa Durian Rambah Tata Kelola Pembangunan Desa Berbasis Modern )

Halaman
12
Penulis: Wahidin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved