Tingkat Isian Full, Garuda Tambah 6 Flight Jurusan Pontianak, Sintang dan Ketapang

Siswanto mengatakan ada sekitar enam penambahan penerbangan untuk rute Pontianak-Sintang dan Pontianak-Ketapang.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Bandara Supadio Pontianak 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - General Manager Garuda Indonesia Pontianak, Siswanto Hary Purnomo mengatakan untuk melayani masyarakat Kalbar Citylink akan menambah beberapa rute intra Kalimantan yang sebelumnya diterbangi Kalstar.

Siswanto mengatakan ada sekitar enam penambahan penerbangan untuk rute Pontianak-Sintang dan Pontianak-Ketapang.

"Begitu dapat informasi kita langsung minta ke pusat. Rencananya Garuda Indonesia akan menerbangi rute yang diterbangi Kalstar sebelumnya hingga Oktober. Untuk dapat slot ke kementerian perhubungan itu kan tidak mudah. Lalu kita harus memastikan ketersediaan kru, dan lainnya," ujar Siswanto kepada Tribun pada Selasa (17/10/2017).

(Baca: Nam Air Ambil Alih 11 Rute Penerbangan Kalstar )

Siswanto juga mengakui tingkat isian beberapa rute seperti tujuan Putusibau dan Ketapang full.

"Untuk harga tiket ke Putusibau tinggi karena kita sendiri. Mau menambah tetapi tidak ada slotnya. Harganya ada sub class, jika suplay lagi banyak gak mungkin jual mahal. Maka kita setting alokasi yang agak bawah, begitu juga pada saat demandnya tinggi," jelasnya.

Siswanto mengatakan penambahan tidak hanya berkaitan dengan penambahan frekuensi tapi rotasi awak pesawat yang sudah ada.

"Jadi kita pastikan jika di insert bisa gak. Untuk Sintang kita tambah setiap hari Senin, Selasa dan Kamis. Sedangkan untuk rute Pontianak - Ketapang kita tambah untuk Rabu, Jumat, dan Minggu mulai 15 Oktober kemarin. Sabtu tidak bisa karena rotasi pesawat dan kru udah penuh," ujarnya.

Untuk harga tiket pesawat kata Siswanto sesuai hukum ekonomi. Hanya saja bukan wewenang cabang melainkan di atur langsung dari pusat.

"Harga tiket (yang cenderung tinggi) karena demandnya tinggi dan yang settingnya dari pusat. Tidak hanya Garuda Indonesia yang melakukan itu ketika sendiri harganya akan lebih moderat. Harga bawahnya dibatasi jadi moderat cenderung middle," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved