Registrasi Kartu Prabayar

Kamu Harus Tahu! Tak Registrasi Sim Card Bakal Disanksi

Pelanggan kartu prabayar wajib melakukan registrasi dan registrasi ulang nomor prabayar dengan validasi Nomor In

Kamu Harus Tahu! Tak Registrasi Sim Card Bakal Disanksi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Claudia Liberani
Pesan resmi dari Kominfo berisi pemberitahuan untuk melakukan registrasi ulang nomor prabayar dengan validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdapat di KTP Elektronik dan No. Kartu Keluarga, sejak 31 Oktober 2017 semua pengguna kartu prabayar harus melakukan registrasi menggunakan NIK. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pelanggan kartu prabayar wajib melakukan registrasi dan registrasi ulang nomor prabayar dengan validasi Nomor Induk Kependudukan dan nomor Kartu Keluarga, per 31 Oktober tahun ini.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permen Kominfo) No. 14 tahun 2017 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Gunanya, untuk kepentingan national single identity dan sebagai upaya mencegah penyalahgunaan nomor pelanggan serta menunjukkan komitmen dalam memberikan perlindungan bagi konsumen.

(Baca: Camat Simpang Dua Dukung Pembangunan Masjid Al-Annas )

Kepala Dinas Kominfo Pontianak, Uray Indra Mulya membenarkan adanya kebijakan ini.

"Pada tanggal 31 Oktober semua sudah harus mulai melakukan registrasi menggunakan e-ktp. Banyak yang melakukan penipuan, dengan melalui registrasi kita tahu Itu milik siapa. Itu untuk security. Biar bisa terjamin," katanya, Senin (16/10/2017).

(Baca: Jambore Posyandu dan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun )

Dia mengungkapkan kebijakan ini sudah terlebih dahulu diterapkan di negara tetangga, Malaysia.

"Negara lain seperti Kuching sudah melakukannya, kalau Kita mau beli sim card harus registrasi dengan paspor. Kalau mereka kan dengan kartu identitas mereka. Jadi mereka tidak bisa bohong lagi," terangnya.

(Baca: Beredar Foto Tabrakan Mengerikan di Mempawah, Mobil Travel Terbalik )

Dia mengungkapkan kebijakan ini dibuat untuk melindungi konsumen agar tidak ada lagi yang menjadi korban penipuan baik melalui SMS atau telepon sehingga keamanan dan kenyamanan pelanggan tetap terjamin.

Registrasi ini berlaku untuk kartu lama maupun kartu baru, dia menuturkan pelanggan juga harus melakukan registrasi ulang, tidak hanya untuk kartu yang baru.

Batas akhir pendaftaran registrasi adalah 28 Februari 2018. Dia mengungkapkan jika pengguna tidak meregistrasi sim card menggunakan e-KTP maka akan dikenai sanksi.

(Baca: Raperda Pengelolaan Pangan dan Bisnis untuk Melindungi Lahan Pangan )

"Bisa saja nanti sim cardnya otomatis mati jadi tidak bisa digunakan," ujarnya.

Uray Indra mengatakan masyarakat masih bisa menggunakan sim card lebih dari satu, asalkan pada proses registrasinya menggunakan NIK yang terdapat pada e-KTP dan Kartu Keluarga.

"Sementara ini belum ada batasan kartu, tidak tahu kalau ada kebijakan mendatang, kita tunggu saja, nanti pasti ada edaran, regulasi yang dibuat," tambahnya.

Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved