Kantor PLN Dirusak

BREAKING NEWS: Demo Berujung Ricuh, Kantor PLN Rayon Sandai Dirusak Massa

Massa merusak Kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Sandai di Kecamatan Sandai, Minggu (15/10/2017) malam.

BREAKING NEWS: Demo Berujung Ricuh, Kantor PLN Rayon Sandai Dirusak Massa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Kondisi Kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Sandai di Kecamatan Sandai yang dirusak massa, Minggu (15/10/2017) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Massa merusak Kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Sandai di Kecamatan Sandai, Minggu (15/10/2017) malam.

Manager PLN Area Ketapang, Wilfrid Siregar mengungkapkan kejadiannya pukul 20.20 WIB. Awal kejadian ketika kantor tersebut didemo massa yang berasal dari Sandai juga.

"Demo terkait pemadaman listrik di Sandai. Jadi massa melakukan demo langsung pengrusakan," kata Wilfrid kepada awak media di Ketapang, Senin (16/10/2017).

Ia menggungkapkan massa merusak kaca dan tempat parkir kendaraan kantor tersebut.

"Tempat parkir motor di kantor itu dihancurkan dan diratakan sama tanah. Kalau kaca kantor kita dilempar batu hingga menyebabkan pecah," ungkapnya.

(Baca: Ratusan Pendukung Cakades Antibar Demo ke Kantor Bupati Mempawah )

Dijelaskannya saat kejadian ada beberapa karyawan termasuk penjaga kantor tersebut. Bahkan menurutnya anggota Kepolisian dan aparat lainnya juga sudah di lokasi.

"Cuma karena polisi kalah jumlah sama pendemo jadi tak bisa berbuat banyak. Namun polisi berhasil menenangkan dengan melakukan mediasi sama para pendemo," ucapnya.

Ia menjelaskan sebelum kejadian di PLN Rayon Sandai memang mengalami divisit daya. Kondisinya semakin parah lantaran ada satu mesin tak beroperasi karena rusak.

Ditambahkannya karena devisit daya maka listrik di wilayah sandai hanya hidup 12 jam. Lantaran satu mesin rusak maka hidupnya listrik di sandai tersebut semakin berkurang. Kemudian pihaknya membuat jadwal pemadaman bergilir untuk para pelanggannya.

"Jadwal pemadamannya sudah kita sher ke media sosial dan ke kecamatan dan kelurahan. Jadi informasih pemadaman sudah kita sampaikan sebelum aksi demo tersebut. Jadwal pemadaman bergilir itu sejak pekan lalu," jelasnya.

Ia menegaskan terhadap pengrusakan itu pihaknya sudah mengambil langkah untuk menyikapinya. Di antaranya merelokasi mesin ke Sandai untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya. "Tapi tetap masih kurang namun tentu bisa mengurangi pemadaman di sana," tuturnya.

Langkah lain pihaknya yakni sudah melaporkan pengrusakan tersebut kepada Kepolisian. "Jadi untuk pengrusakan kita serahkan sepenuhnya kepada polisi proses penyelesaiannya. Kita berharap kejadian itu tak pernah terulang lagi kedepannya," harapnya.

Penulis: Subandi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved