Kebutuhan Darah di RSUD Ahmad Diponegoro 150 Kantong Setiap Bulannya

Menanggapi sering kekurangan darah di Rumah Sakit Umum Daerah Kapuas Hulu, Direktur RSUD Ahmad Diponegoro

Kebutuhan Darah di RSUD Ahmad Diponegoro 150 Kantong Setiap Bulannya
NET
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Menanggapi sering kekurangan darah di Rumah Sakit Umum Daerah Kapuas Hulu, Direktur RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau, dr Dewi menyatakan, untuk kebutuhan darah di rumah sakit selama ini lumayan banyak yakni 150 kantong setiap bulannya.

"Persoalan yang dihadapi selama ini, kami kesulitan untuk mencari pendonor darah. Sehingga ketika ada pasien rumah sakit yang membutuhkan darah pun, pihak keluarga diminta mencari darah keluar," ujarnya kepada wartawan, Selasa (10/10/2017).

(Baca: Paksa Warga Gunakan e-Money, Bank Indonesia: Sudah Tuntutan Zaman dan Teknologi )

Dewi menuturkan, masalah yang dihadapi di rumah sakit biasanya pendonor darahnya ada, tapi belum tentu darahnya sesuai untuk pasien.

"Kita sangat berharap dengan pembentukan PMI Kapuas Hulu yang baru ini, PMI dapat membuat data base semua golongan darah. Sehingga ketika kami membutuhkan darah golongan A misalnya, kami tinggal menghubungi PMI," jelasnya.

(Baca: Indonesia Ketinggalan Dua Langkah dari Negara Lain, Ini Ambisi Sutarmidji untuk Kota Pontianak )

Menurutnya, PMI Kapuas Hulu yang baru pun diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan darah yang ada di rumah sakit.

Pasalnya ketersediaan darah di rumah sakit selalu kekurangan bahkan ketersediaan darah di rumah selalu kosong, sehingga menyulitkan masyarakat.

"Selama ini kami selalu mengandalkan sukarelawan untuk menyumbang darah kerumah sakit, kami tidak ada menyediakan stok darah. Kami hanya sebagai bank darah saja," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved