Membuka Akses Kawasan Utara

Mereka mengunjungi Singkawang untuk melihat keluarga atau melihat aktraksi budaya Cap Go Meh dan sembahyang kubur di Singkawang.

Membuka Akses Kawasan Utara
ISTIMEWA/STAF TU GUBERNUR
Gubernur Cornelis 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Gubernur Kalbar, Cornelis, beberapa lalu menyatakan pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi untuk pemerintah pusat guna percepatan pembangunan Bandar Udara (Bandara) di Kota Singkawang.

Disebutkan, dirinya sudah mengeluarkan rekomendasi. Hanya kuncinya semua ada di Kementerian Perhubungan RI. Jika Singkawang tidak bisa membangun bandara yang besar, bisa membangun yang kecil saja dulu. Sehingga jika keadaan darurat bisa mengunakan pesawat, sehingga bisa lebih cepat.

Gubernur sudah mengeluarkan surat keputusan Nomor: 638/PEM/2017 tanggal 18 September 2017 tentang lokasi pengadaan tanah untuk pembangunan Bandara baru Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat. Bahkan, Kementerian Perhubungan RI sudah mengeluarkan nomor izin prinsip titik koordinat Nomor: AU.101/I/14/DRJU.DBU-2017 tertanggal 3 Maret 2017.

Sekretaris Daerah Singkawang, Syech Bandar, optimis pembangunan bandara segera terealisasi. Apalagi izin prinsip revisi penetapan lokasi bandar udara dari pusat sudah dikantongi.

Saat ini, Pemkot Singkawang sedang melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan bandara. Jika sesuai perencanaan, Singkawang akan membangun bandara kelas kecil, yang dapat didarati pesawat sejenis ATR.

Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sandjaya mengatakan, dalam setahun Singkawang dikunjungi rerata 10.000-an penduduk asli Singkawang yang menikah dengan warga Taiwan atau negara lain.

Mereka mengunjungi Singkawang untuk melihat keluarga atau melihat aktraksi budaya Cap Go Meh dan sembahyang kubur di Singkawang.

Wagub yang lahir di Singkawang ini menyebutkan ada 30.000-35.000 penduduk Singkawang yang menikah dengan warga Taiwan, dan dalam laporan ke saya, ada sekitar sedikitnya 10 persen yang melihat Singkawang.

(Baca: Yudisium Angkatan ke-7 FUAD IAIN Pontianak, Inilah Nama-nama Mahasiswa Peraih Lulusan Terbaik )

Saat ini Pemkot Singkawang tengah mempersiapkan pembangunan Bandara di kawasan Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan. Tak tanggung-tanggung, Pemkot berencana mendaratkan pesawat Boeing 737-900 ER yang mampu mengangkut 218 penumpang.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kota Singkawang Eko Susanto mengatakan, jika merujuk pada master plan yang ada, pembanguan fisik Bandara Singkawang dibagi kedalam tiga tahap. Setiap tahapnya akan disesuaikan dengan jarak tempuh dan pesawat yang akan beroperasi di Bandara Singkawang nantinya.

Tahap pertama dengan asumsi panjang landasan pacu 1.400x30 meter persegi untuk jenis pesawat terbesar ATR 42, tahap kedua landas pacu menjadi 1.800x30 untuk ATR 72 dan tahap tiga atau ultimate penambahan landas pacu hingga 2.650x45 untuk pesawat B737-900 ER.

Wali Kota Singkawang Awang Ishak berharap masyarakat mendukung pembangunan bandar udara di Kota Singkawang. Dimana menurutnya keberadaan bandara tersebut juga cukup penting untuk masyarakat kedepannya.

Dengan dibukanya Bandara di Singkawang maka kawasan Utara Kalbar akan lebih terbuka. Sehingga kepadatan di Bandara Supadio bisa berkurang. Di sisi lain, warga luar Kalbar yang akan ke Singkawang bisa langsung mendarat dan tak perlu menempuh perjalanan darat lagi dari Pontianak.

Apalagi selama ini kawasan timur Kalbar sudah memiliki Bandara, yaitu si Sintang dan Putussibau. Begitupun dengan Ketapang. Tinggal kawasan Utara Kalbar yang belum memiliki Bandara. Padahal di sana cukup banyak tempat wisata yang bisa di-eksplorasi wisatawan. *

Penulis: Stefanus Akim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved